RMOLJABAR

Home

Share |
Panglima TNI Semangati Pemuda, Ingatkan Perang Proxy yang Sudah Merasuki Sendi Kehidupan
Senin, 23 Mei 2016 , 19:38:00 WIB

  

RMOLJabar. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan, pemuda Indonesia berperan strategis untuk mewujudkan bangsa ini sebagai bangsa pemenang. Lalu Panglima menambahkan, kekhawatiran terhadap ancaman global mendatang yang akan dirasakan penduduk dunia.

"Terutama bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa yang terletak di equator, yaitu pergeseran dari perang energi saat ini menjadi perang yang dipicu oleh pangan, air dan energi di waktu mendatang,” ingat Panglima TNI
kepada 4000 mahasiswa peserta Jambore HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Perguruan Tinggi se-ASEAN di Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telkom, Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/5/2016).

Menurut Panglima TNI, berangkat dari kenyataan bahwa signifikasi lonjakan jumlah penduduk dunia yang saat ini sekitar 7 miliar dan diprediksi pada 2045 saat Indonesia emas akan mencapai kurang lebih 12,6 milyar. Ini berarti 4 kali populasi ideal bumi (3-4 miliar). Tentu sangat memerlukan pangan, air dan energi. 

Saat ini saja sekitar 15 ribu bayi di dunia meninggal setiap tahunnya karena kemiskinan, kelaparan dan gizi buruk.
“Sangat beralasan Indonesia merupakan tempat sumber pangan dan air dunia dan menyimpan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah akan menjadi rebutan bangsa-bangsa asing. Kondisi inilah menjadikan Indonesia sebagai lokasi perang di masa mendatang,” tegasnya.

Gatot mengatakan, perang itu sudah dimulai dan sudah berada di Indonesia saat ini. Bahkan sudah masuk ke sendi-sendi kehidupan berbangsa, bernegara, dan kehidupan keluarga, melalui perang Proxy. Wujudnya berupa penyalahgunaan narkoba, tawuran mahasiswa, demo buruh dengan intimidasi, adu domba TNI-Polri, pecah belah partai politik dan rekayasa sosial melalui media.


Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI  juga mengingatkan, waspadalah bahwa perang Proxy susah ditentukan mana kawan dan lawan, tetapi perlu disadari bahwa perang itu dikendalikan oleh negara tertentu dengan memanfaatkan orang dalam (Indonesia) untuk menghancurkan, melemahkan dan menguasai Indonesia.


“Untuk keluar dari peperangan Proxy dan menjelma menjadi bangsa pemenang, modal dasarnya jadikan Indonesia sesuai jatidirinya yaitu wujudkan sebagai negara agraris dan maritim, menjunjung tinggi kearifan lokal serta melakukan revolusi mental dengan mengamalkan Pancasila pada praktek kehidupan sehari-hari,” imbuh Panglima TNI.


Gatot melanjutkan, solusi lainnya mahasiswa dengan derajat keilmuan paling tinggi seharusnya dalam setiap langkah tindakan harus selalu menggunakan akal pikiran dan hati nurani. Sebagai agen perubahan pemuda/mahasiswa selalu berperan penting dalam mengisi sejarah bangsa Indonesia.


Panglima TNI yang berceramah mengambil tema “Wawasan Nusantara, Kebangsaan dan Bela Negara Dalam Perspektif Penguatan Ekonomi Nasional” didampingi Asintel Panglima TNI
Mayjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Bonar Hutagaul, Pangdam III/Slw Mayjen TNI Hadi Prasojo, Pangkohanudnas Marsda TNI A. Muis, Aster Kasad Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman.(**)


Baca juga:
Kebijakan Panglima TNI tentang Program Anggaran 2017
Panglima TNI: Tugas Berat Mempertahankan Kepercayaa
Kukuhkan Silaturahmi, Panglima TNI Gelar Olahraga Bersama Alumni ITB di Mabes TNI
Panglima TNI: Jaga Kekompakan antara TNI dan Polri
Panglima TNI: Kunci Paling Penting adalah Menumbuhkan Kesadaran


Komentar Pembaca

Berita Populer

Diskusi Publik PMII: Jangan Ragukan Pancasila
Jelang Kunjungan Presiden Jokowi ke Purwakarta, Petugas Gelar Apel Pengamanan
Ratusan Warga Binaan di Cirebon Antusias Ikuti Khataman Al-Quran