RMOLJABAR

Home

Share |
PLN: Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik
Kamis, 12 Januari 2017 , 02:46:00 WIB

  

RMOLJabar. Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara Wilayah Sumatera Utara membantah adanya kenaikan tarif listrik, melainkan pemindahan kategori pelanggan yang layak mendapat subsidi.

Humas PLN Wilayah Sumut Mustafrizal di Medan, Rabu, mengatakan, informasi yang menyebutkan adanya kenaikan tarif listrik tersebut tidak benar.

Malah yang ada, terjadi penurunan tarif untuk pelanggan kategori rumah tangga biasa dan industri yang berlangsung pada Desember 2016 dan Januari 2017.

"Untuk kategori tersebut, tarifnya turun Rp5-6 per kwh," katanya.

Menurut dia, kondisi yang terjadi sejak Januari 2017 adalah penertiban dalam pemberian subsidi listrik agar subsidi yang dilakukan tepat sasaran.

Dari analisis yang dilakukan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), terdapat pelanggan yang dinilai tidak layak lagi mendapatkan subsidi.

"Jadi, bukan dinaikkan, tetapi ada pelanggan subsidi yang kategorinya dipindahkan menjadi nonsubsidi," kata Mustafrizal.

Sebelumnya, Kasubdit Tarif Harga Listrik Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu mengatakan, kebijakan itu merupakan amanat Pasal 34 UU 30/2007 tentang Energi yang menyebutkan subsidi listrik ditujukan bagi rumah tangga miskin dan tidak mampu.

Kebijakan tersebut dilakukan dengan mengalihkan status subsidi pelanggan R1/450 VA yang dianggap rumah tangga mampu menjadi kategori R1-/900 VA.

Namun kebijakan subsidi tepat sasaran itu dengan mengurangi jumlah penerima subsidi tersebut dilakukan secara bertahap untuk tidak menimbulkan "kekagetan" bagi pelanggan PLN.

Sebelumnya, untuk pelanggan dengan daya 450 VA tersebut dikenakan biaya Rp586/kwh. Namun selama tiga periode, akan dinaikkan biayanya sejak 2017.

Pada Januari-Februari akan dikenakan biaya Rp774/kwh. Lalu dinaikan menjadi Rp1.022/kwh untuk periode Maret-April. Kemudian, dinaikkan lagi menjadi Rp1.352/kwh pada Mei-Juni.

Sedangkan sejak Juli, akan diberlakukan harga untuk pelanggan nonsubsidi yang bersifat fluktuatif atau dapat mengalami kenaikan dan penurunan.[gun]


Baca juga:
Proyek PLTGU Jawa I Senilai Rp26 Trilyun Terancam Batal
Mangkraknya Pembangkit Listrik PLN Merugikan
Tarif Listrik Turun Bulan Ini
PLN Diminta Tidak Ambil Alih PGE
PLN: konsumsi listrik Tahun Baru turun 24 persen


Komentar Pembaca

Berita Populer

Mensos Puji Kopi Gayo dan Danau Laut Tawar
Harga Daging Sapi di Pasar Kembar Bertengger Rp110 Ribu
Pemerintah Harus Komitmen Bahas RUU Pertembakauan