RMOLJABAR

Home

Share |
Cabai Hasil Tanam Polybag Ditawar Tinggi
Kamis, 12 Januari 2017 , 15:16:00 WIB
Laporan: Ega Nugraha

  

RMOLJabar. Meski masa panen masih terhitung 23 hari lagi, cabai rawit  kelompok tani cabai perkarangan di Karawang, ditawar dengan harga tinggi oleh sejumlah pengepul luar kota dari harga Rp60 ribu hingga Rp120 ribu perkilogram.

"Asalkan dengan syarat bahwa cabai rawitnya harus berwarna merah. Sehingga harganya akan mahal serta disukai pasar," ujar Suwandi, salah satu anggota Koperasi Kelompok Tani Cabai Sugih Mukti, di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kamis, (12/1).

Ia menyebutkan sejumlah tawaran tersebut berasal dari sejumlah pengepul cabai dari pasar induk langsung.

"Mereka ada yang dari pasar Cibitung, Purwakarta ada juga yang dari Karawang. Lalu cabai kami juga sudah ada yang menawar dari Rp60 ribu hingga Rp120 ribu perkilogram," ucapnya.

Semenjak bulan November 2016 lalu, dia bersama 46 orang anggota koperasi kelompok Tani Cabai Sugih Mukti mulai menanam. Suwandi menuturkan saat ini dirinya hanya menanam 300 batang pohon cabai rawit disebuah lahan pekarangan yang tidak terpakai.

"Semua modal kita ini awalnya dari koperasi. Mereka memberikan bibit, polybag hingga pupuk. Kita hanya tinggal merawat. Kemudian keuntungannya tergantung penjualan dan kesepakatan petani dan koperasi bisa 50 : 50 atau 40 :60," ucapnya.

Dari 300 batang tanaman cabai rawitnya diperkirakan akan menghasilkan 5 kilogram cabai rawit.

"Karena kita baru awal panen saat ini, karena buah cabainya hanya muncul dari batangnya. Tetapi kalau panen seterusnya akan menghasilkan sekitar 10 kg asalkan perawatannya yang baik," ucapnya.

Ia menyebutkan kelebihan dari menaman cabai rawit menggunakan polybag adalah tanaman tersebut tidak akan terpengaruh terhadap kebusukan. Pasalnya serapan air pada polybag lebih terserap.

"Kalau polybag itu meski hujan besar itu tidak akan membuat tanaman terendam. Lalu, perawatan juga lebih dapat diatur. Dimana kita juga lebih mudah mengendalikan gulma serta hama tanaman," katanya.

Sementara itu Manager Koperasi  Kelompok Tani Cabai Sugih Mukti, Dudung Abdullah menyebutkan program menanam cabai rawit ini merupakan program yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Saat ini sedikitnya dari 46 anggota telah menanam 15 ribu batang cabai rawit.

"Dan itu berasal dari tiga desa yakni Desa Segaran, Segarjaya dan Telukbuyung Kecamatan Batujaya," ujarnya.

Dudung mengatakan dengan mahalnya harga cabai, membuat peluang untuk petani mempunyai penghasilan yang lebih.

"Koperasi ini bentuk karena melihat kurang manfaatnya halaman perkarangan rumah. Sehingga ada inisiatif mulai membentuk koperasi yang bergerak dari pertanian perkarang. Hasil panen kemudian akan dikumpulkan di koperasi, lalu selanjutnya penjualan akan disepakati secara serentak antara pengurus koperasi dan petani," kata dia.

Penjualan pun tidak akan melalui tengkulak, melainkan  melalui pengepul yang langsung berhubungan dengan sejumlah pedagang pasar induk tanpa perantara lain.

"Kalau lewat tengkulak pasti mahal dan rugi petani. Makanya kita langsung pilih pengepul langsung dipasar atau bahkan pedagangnnya," tandasnya. [nif]


Baca juga:
Dinas Pertanian Karawang Kembangkan Tanam Cabai Dengan Polybag
Pendemo Klaim Bela Warga yang Dizalimi PT Surya Cipta
PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Perkara Peta Bidang Tanah Palsu PT SAMP
Satpol PP Karawang Bakal Tindak Tegas Perokok Sembarangan
Sakit Tak Kunjung Sembuh, Sakam Nekad Gantung Diri


Komentar Pembaca

Berita Populer

Sejumlah Ormas Sunda Kirim Petisi ke Presiden Agar Bubarkan FPI
Bahas Intoleransi di Jabar, Iwan Bule dan Anton Charliyan Tatap Muka Dengan BOMA
Sebanyak 586 Bintara TNI AD Ikuti Diktukpa 2017