RMOLJABAR

Home

Share |
Dispora Indramayu Dianggap Diskriminatif
Selasa, 18 April 2017 , 05:02:00 WIB
Laporan: Sudirman Wamad

DISPORA INDRAMAYU
  

RMOLJabar. Perhatian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Indramayu terhadap sejumlah Organisasi Kedaerahan (orda) Mahasiswa Indramayu yang berada di luar daerah dinilai diskriminatif.

Pasalnya, dari sembilan orda yang aktif di luar daerah, hanya satu orda yang dikucur anggaran, yakni Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Indramayu (IKAPMI) Yogyakarta. Sedangkan, sejumlah orda lain, seperti Ikatan keluarga Mahasiswa Indramayu (IKMI) Cirebon, Persatuan Mahasiswa Indramayu (Permai Ayu) Jakarta, Ikatan keluarga mahasiwa Indramayu (IKA Darma Ayu ) Banndung, dan Ikatan Mahasiswa Wiralodra Dharma Ayu (IKAWIRADHARMA) Malang tak kabagian anggaran.

Kondisi tersebut membuat sebagian orda meradang. Belum lama ini, sejumlah pengurus perwakilan dari orda menyambangi kantor Dispora. Mahasiswa meminta kejelasan dari Dispora mengenai anggaran yang digelontorkan untuk orda.

Ketua IKMI Cirebon, Adnani menyampaikan, seharusnya pemerintah tak diskriminatif. Dalam artian, tidak memploting anggaran hanya untuk satu orda. Padahal, sambung Adnani, setiap orda sejatinya memiliki hak yang sama. "Ya jangan mengesampingkan orda-orda yang lain dong. Istilahnya, jangan ada anak tiri atau anak emas. Tetapi, harus bisa disamaratakan," kata Adnani yang juga tercatat sebagai mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu kepada RMOLJabar.com, belum lama ini.

Lagi, Adnani mengatakan, pihaknya akan terus berjuang agar Pemerintah Kabupaten Indramayu tak pilih kasih terkait anggaran yang diploting untuk orda. IKMI Cirebon, sambungnya, sudah melakukan komunikasi dengan orda lain untuk menyikapi hal tersebut. "Jika aspirasi kami ini tak diindahkan oleh Dispora. Maka, kami sudah sepakat akan menempuh jalan lain," kata pria yang murah senyum itu.

Senada disampaikan Ketua IKAWIRADHARMA Malang, Dega Abieta Kresna. Dikatakan Dega, Pemerintah Kabupaten Indramayu harus bisa mengelola anggaran tersebut sesuai dengan peruntukkannya, yakni untuk sembilan orda. Dega menjelaskan, delapan orda lainnya masoh memiliki peluang untuk bisa mendapatkan anggaran dari Dispora.

"Ini belum final. Tentu kita heran yang muncul dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) hanya untuk satu orda. Padahal, dalam perintah bupati juga sudah jelas menyatakan bahwa anggaran itu untuk sembilan orda," tandasnya.

Ia pun berharap, agar Pemerintah Kabupaten Indramayu memperhatikan orda yang ada. Dengan demikian, orda pun akan aktif memajukan Indramayu. [jar]


Baca juga:


Komentar Pembaca

Berita Populer

Presiden Belum Terima Surat Pengunduran Diri Khofifah
Terungkap Identitas Penyebar Isu Jakarta Bersyariah
Sederet Nama yang Dinilai Tepat jadi Cawapres Jokowi