Kang Dedi
Kang Emil

Sinar Mas Gelar Praktik Bisnis Ramah Lingkungan

Sosial  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 00:16:00 WIB | LAPORAN: IVAN NURDIN

Sinar Mas Gelar Praktik Bisnis Ramah Lingkungan
RMOLJabar. Peringatan Hari Bumi dianggap sebagai momentum yang tepat untuk memaparkan lebih jauh kepada publik, tentang usaha yang bergerak di ranah pengolahan sumber daya alam, hal itu sangatlah berkepentingan dengan praktik bisnis yang ramah lingkungan, yang sampai saat ini menjadi salah satu sektor usaha Sinar Mas.

Dalam kuliah umum Green Business Practice Industri Strategis Indonesia di IPB, Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto, menyampaikan Keberlanjutan selama ini selalu menjadi fokus utamanya, namun belum semua kalangan mengetahui dengan jelas cara bagaimana pilar bisnis Sinar Mas ini melakukannya.

"Disinilah kesempatan berharga guna membagi pemahaman itu dengan kalangan akademik, dan juga para mahasiswa,"  di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Kamis (20/4)

Menurutnya, saat ini banyak kekeliruan masyarakat mengenai komitmen, inovasi serta pencapaian perusahaan, yang berimbas merugikan, tidak saja bagi perusahaan terkait, bahkan hingga ke citra Republik Indonesia.

"Seperti ketika pemerintah menetapkan konservasi lahan gambut melalui PP No. 57 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, silang pendapat yang diangkat media massa dimaknai sejumlah pihak sebagai keberatan sektor usaha atas kebijakan tersebut. Padahal kami mendukung penuh," urainya.

Sementara dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan, APP pada tahun 2016, investasi sistem penanganan kebakaran terintegrasi APP mencapai tak kurang dari 20 juta dollar AS. GoldenAgri-Resources Ltd-PT SMART Tbk juga menerapkan kebijakan serupa yang disebut Kebijakan Nihil Bakar (zero burning policy) sejak 1997.

"Masyarakat sekitar konsesi dan perkebunan adalah ujung tombak pencegahan kebakaran. Melalui pendampingan, pelatihan dan pemberian insentif (reward), masyarakat di sekitar perkebunan kelapa sawit kami bina dalam wadah Desa Makmur Peduli Api sehingga mereka menerapkan praktik bertani yang lebih ramah lingkungan," kata Managing Director Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement GAR/SMART, Agus Purnomo.

Pertimbangannya, sektor hutan tanaman industri di Indonesia yang menjadi pemasok bahan baku dan industri pulp dan kertas yang ada di hilir adalah gantungan hidup bagi 4,3 juta orang tenaga kerja langsung dan tak langsung, dengan nilai investasi mencapai Rp 260 triliun, dan nilai ekspor hingga 5,2 miliar dollar AS di tahun 2015 silam. Sementara industri kelapa sawit dari secara keseluruhan menyerap hingga 21,2 juta tenaga kerja, yang nilai ekspornya pada tahun 2016 sebesar 17,8 miliar dollar AS.

"Pilihan yang bijak bukan menghambatnya, melainkan bersinergi mengelolanya seefisien mungkin, ramah lingkungan, diiringi diplomasi untuk menghadapi hambatan perdagangan di luar negeri," kata Purwadi.[gun]

Komentar Pembaca
SBY-Prabowo Mengancam Petahana

SBY-Prabowo Mengancam Petahana

KAMIS, 27 JULI 2017 , 19:00:00

Pimpinan KPK Terbukti Lalai

Pimpinan KPK Terbukti Lalai

KAMIS, 27 JULI 2017 , 15:00:00

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

RABU, 26 JULI 2017 , 23:00:00