RMOLJABAR

Home

Share |
Taufik Nurrohim, Calon Kuat Ketua Umum PB PMII
Minggu, 14 Mei 2017 , 20:46:00 WIB
Laporan: Lannie Rachman

  

RMOLJabar. Sejumlah calon ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) akan bertarung dalam menduduki posisi tertinggi organisasi dalam Kongres PB PMII di Kota Palu, Senin(15/5) besok.

Kongres ini akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo beserta jajaran menteri dan pejabat tinggi negara.

Salah satu calon yang dinilai pantas menjalankan amanah sebagai Ketua Umum PB PMII adalah Taufik Nurrohim. Dedikasi Taufik terhadap PMII serta segudang pengalaman di dunia keorganisasian selain PMII menjadi kelebihannya.

"Jadi tak heran kalau Kang Taufik ini sudah dipercaya oleh 65 dari 245 cabang PMII di seluruh Indonesia," kata mantan Ketua PC PMII Kota Bandung Ahmad Riyadi, Minggu(14/5).

Menurutnya, dengan basic pendidikan ilmu Psikologi, Taufik cukup paham dalam mengayomi karakter manusia baik secara individual maupun sosial. Sedangkan organisasi merupakan kumpulan orang-orang dengan berbagai karakter dan kemampuan, yang harus mampu menjalankan satu visi serta misi yang sudah disepakati.

"Apa jadinya jika seorang ketua tidak punya kemampuan memahami karakter para pengurusnya, para anggotanya? Jadi tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman berorganisasi," ujar Ari sapaan akrab Ahmad Ryadi.

Dijelaskan, Taufik Nurrohim merupakan lulusan Sarjana Psikologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, dan tengah menempuh S2 jurusan yang sama di Universitas Gunadharma Jakarta.

Selain itu secara landasan wawasan keagamaan Taufik tidak perlu di ragukan lagi sebab Taufik merupakan alumni pondok pesanteren terkemuka yaitu pesantren Cipasung yang terletak di Kab. Tasikmalaya.

Ponpes Cipasung didirikan oleh KH. Muhammad Ilyas Ruhiat yang merupakan seorang ulama besar Nahdhatul Ulama, dan pernah menjabat sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdhatul Ulama serta ulama kharismatik asal tatar Sunda.

"Taufik juga termasuk keluarga besar ponpes Baitul Arqom Kabupaten Bandung," tuturnya.

Bicara soal pengalaman berorganisasi, lanjut Ari, Taufik cukup mumpuni jika kembali harus menjadi lokomotif PB PMII periode 2017-2019. Pasalnya, Taufik pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PB PMII periode 2014-2016.

"Ini jadi bekal dia untuk menjalankan roda organisasi, karena dengan jabatan itu tentu sudah memahami ruh organisasi PMII," katanya.

Belum lagi, lanjut dia, di berbagai organisasi selain PMII sudah banyak memberikan kontribusinya, seperti di DPD KNPI Kota Bandung pada posisi Biro Kepemudaan, tahun 2011-2013 memegang tanggung jawab Badan Koordinasi Nasional pada Pengurus Pusat Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonsia, tahun 2011-Sekarang di organisasi Mattari Foundation dan Semesta Institute sebagai Ketua Bidang Riset dan Kajian Stratejik, ditambah Sekretaris Umum Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sampai 2010 lalu.

"Dan pada 2015 sampai 2016 lalu ia mengemban amanat sebagai Tenaga Ahli di Kementerian Desa, PDT dan Trannsmigrasi," tandasnya. [nif]


Baca juga:
Presiden Akan Buka Kongres XIX PMII
PMII Tuntut Bogor Kembali Sebagai Kota Pusaka
PMII Bandung Ancam Bubarkan Paksa Kegiatan HTI
PMII Indramayu Juga Desak HTI Dibubarkan
PMII Kecam Keras Gerakan Negara Khilafah


Komentar Pembaca

Berita Populer

Pawai 10.000 Obor, Polres Karawang Terjunkan 100 Personil
Sosialisasi Sipolin, Sabtu-Minggu Jalan Dago Ditutup
Mensos Khofifah Hadiri Peringatan 100 Tahun Ponpes Sukamiskin