RMOLJABAR

Home

Share |
Taufik: PMII Siap Mengawal Nawacita, Membangun Indonesia dari Pinggiran
Senin, 15 Mei 2017 , 16:46:00 WIB
Laporan: Lannie Rachman

  

RMOLJabar. Calon Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Taufik Nurrohim mengatakan, di abad 21 ini perubahan melaju semakin  cepat. Arus informasi jika tidak diimbangi dengan pondasi yang utuh bisa menghancurkan tatanan entitas bangsa.

Taufik mengaku, dirinya terdorong untuk menata dan melanjutkan perjuangan pendiri PMII dalam menamakan nilai-nila keindonesiaan dengan meletakkan Ahlusunah Waljamaah sebagai pisau analisis dan tindakan nyata dalam menciptkan kader-kader ulul albad. Maka, kaderisasi di tubuh PMII, menurutnya wajib dilakukan.

"Ujung tombak PMII adalah kaderisasi. Tanpa kaderisasi bagimana kita bisa mengimbangi arus perubahan yang melaju cepat di abad ini," tegas Taufik pada Kongres PMII di Palu, Senin (15/5).

Taufik mengatakan, membangun PMII juga berarti harus melalukan penguatan untuk menjadikan kader-kadernya sebagai kader mujahid atau pejuang. Di era menguatnya pengaruh barat, cepatmya arus moderinisasi ekonomi, PMII juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan NKRI serta memperkuat aswaja sebagai entitas beragama.

"Karakter aswaja kita itu di antaranya attwassuth yakni sikap tengah, sedang-sedang, tidak ekstrem kiri dan kanan, kedua tawazun yakni keseimbangan, ketiga tasamuh yakni toleransi. Dan yang keempat adalah i'tidal yang berarti tegak lurus. Ibarat PMII adalah kereta, sebagai penumpang jangan membawa PMII menuruti kemauan penumpang, tetapi penumpang harus mengikuti masinisnya," terang Taufik.

Lebih jauh soal toleransi, kata dia, tentunya tidak harus mengabaikan hubungan manusia dengan Allah atau menggadaikan aqidah.

Atas dasar itulah, menurutnya dalam menjadikan kader PMII sebagai mujahid harus diartikan sebagai kader intelektal yang tranformatif-idiologis kebangsaan dan kader pergerakan yang pro aktif akan perubahan.

Lanjutnya, sikap kritis PMII juga bukan berarti tidak pro terhadap program pemerintah, tetapi mesti menjadi bagian dari pemerintah untuk terus mengawal program yang benar-benar memiliki keberpihakan terhadap harapan rakayat.

Nawcita Persiden Joko Widodo yang saat diimplementasikan, kata dia, salah satunya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan perdesaan dalam kerangka kesatuan, sebagai implementasi dari UU Desa No 6 tahun 2014 dengan meletakkan desa bukan lagi sebagai objek dari pembangunan tetapi subjek pembangunan.

"Kekuatan advokasi sebagai wujud pengabdian pada masyarakat juga menjadi bagian yang pokok yang mesti diletakkan dalam etalase pergerakan PMII," katanya.

Dengan demikian, tambah Taufik, baginya menjadi suatu kewajiban untuk memperkuat kaderisasi serta mendorong keterlibatan PMII dalam berbangsa dan bernegeara yang berpihak pada lapisan masyarakat bawah. "Siapa masyarakat bawah? Yakni petani, nelayan, buruh, yang secara kebijakan negara harus menjadi prioritas dalam mengentaskan kemiskinan dan kebodohan," katanya.

Begitupun dengan isu internasional, PMII tetap harus menjaga kedaulatan bangsa dengan mengangkat harkat martabat bangsa yang punya nilai tawar di negara-negara lain.

Untuk itu, visi yang diangkatnya untuk membawa PMII ke depan, dengan mewujudkan PMII sebagai organisasi kader yang modern, kuat, maju dan berkepribadian berdasarkan ajaran Islam ahlusunnah waljamaah.

"Adapun misinya, mewujudkan sistem organisasi yang modern berbasis teknologi, mewujudkan sistem kaderisasi yang komprehensif, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman, serta menciptakan zona kaderisasi khusus berbasis isu-isu strategis," tandasnya. [nif]


Baca juga:
Taufik Nurrohim, Calon Kuat Ketua Umum PB PMII
Presiden Akan Buka Kongres XIX PMII
PMII Tuntut Bogor Kembali Sebagai Kota Pusaka
PMII Bandung Ancam Bubarkan Paksa Kegiatan HTI
PMII Indramayu Juga Desak HTI Dibubarkan


Komentar Pembaca

Berita Populer

Pawai 10.000 Obor, Polres Karawang Terjunkan 100 Personil
Sosialisasi Sipolin, Sabtu-Minggu Jalan Dago Ditutup
Mensos Khofifah Hadiri Peringatan 100 Tahun Ponpes Sukamiskin