Kang Dedi
Kang Emil

Pena 98: JK Jangan Coba-coba Khianati Jokowi!

Pemerintahan  SELASA, 16 MEI 2017 , 04:32:00 WIB

Pena 98: JK Jangan Coba-coba Khianati Jokowi!

Joko Widodo/net

RMOLJabar. Ada sejumlah pihak di lingkaran Istana yang mencoba untuk berkhianat terhadap Presiden Joko Widodo.

Para menteri kabinet, hingga Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla juga berpotensi mengkhianati Jokowi dan pemerintahannya yang saat ini terus bekerja membangun Indonesia.

"Kami sudah mencatat, kalau mereka mengkhianati Jokowi, kita akan mancatat namanya satu persatu. Siapapun itu,” tegas Sekretaris Jenderal Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98), Adian Napitupulu pidato penutupan acara refleksi Refleksi 19 Tahun Reformasi-PENA 98 Melawan Kebangkitan Orde Baru, Senin malam (15/5).

Dalam acara yang berlangsung di Graha Cipta II, Taman Ismail Marzuki tersebut, Adian mewanti-wanti JK dan para menteri kabinet itu agar tidak memanipulasi kekuasaan untuk yang membuat rakyat menderita.

"jika wapres JK juga mau coba-coba kita catat juga namanya, siapapun itu, ada orang atau kelompok yang pernah menjadi bagian dari Ordebaru ingin kembali berkuasa terhadap republik ini, saya sarankan mereka untuk beristirahat dan menyerahkan kepada generasi yang lebih muda untuk memimpin republik ini,” seru Adian.

Di hadapan para aktivis, dia juga menekankan bahwa generasi muda harus diberikan kepercayaan untuk memperbaiki bangsa yang hancur di bawah rezim Orde Baru.

Disisi lain, aksi instalasi dan foto-foto yang dipamerkan dalam rangkaian acara yang berlangsung 6-15 Mei ini merupakan bukti kuat kekejaman yang dilakukan Orde Baru.

"Kasih kita kesempatan memperbaiki bangsa yang kalian hancurkan selama 32 tahun. Kalian sudah menghancurkan bangsa ini 32 tahun dan kami tidak mau berjudi menyerahkan bangsa ini kepada kalian,” jelas Adian yang Pendiri Forum Kota (Forkot) ini.

Anggota Komisi VII DPR RI ini menambahkan, pihak-pihak yang ingin mencoba mengkhianati rakyat sebaiknya mundur dari sekarang, sehingga rakyat tidak menjadi korban di kemudian hari.

"Berkuasa tidak salah di republik ini, yang menjadi persoalan adalah kalau berkuasa ia mengorbankan banyak orang, bahkan mengorbankan bangsanya sendiri. Saya tidak rela kalau itu terjadi,” demikian politisi PDI Perjuangan ini.

Sebagai informasi Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Nasional Aktivis 98 di Bali pada 2014 telah dikukuhkan sebagai anggota kehormatan PENA 98. [jar/rmol.co]

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Kawasan Industri Malaysia Dikuasai China

Kawasan Industri Malaysia Dikuasai China

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 13:00:00

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 15:45:00

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 16:31:00

Panglima TNI Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila