RMOLJABAR

Home

Share |
Penjelasan SBY Soal Kritik Tidak Pro Rakyat
Sabtu, 20 Mei 2017 , 04:31:00 WIB

  

RMOJabar. Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang kerap mengeluarkan pernyataan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah saat dipimpinnya merupakan kebijakan yang pro bisnis. Sejumlah kritik menghujani SBY lantaran dinilai tidak pro rakyat atas kebijakan tersebut.

Pernyataan pro bisnis kerap ia lontarkan saat memberikan sambutan dalam forum atau acara yang dihadiri para pengusaha. Salah satunya, saat pidato pembukaan Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri yang dilakukannya pada September 2010 lalu.

Menanggapi kritikan itu, SBY mencoba memaparkan tujuan dari kebijakan pro bisnis yang diambilnya tersebut saat memberi sambutan di acara penganugrahan Indonesia Most Admired Companies 2017 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Jumat (19/5).

Dijelaskan SBY bahwa kebijakan ini memiliki empat strategi khusus yang menjadi acuan, yaitu pro job, pro poor, pro growth, dan pro enviroment.

Keempat strategi itu, lanjutnya, berujung pada pro rakyat. Sebab jika dunia usaha berkembang baik, maka lapangan pekerjaan dengan sendirinya akan terbuka. Efeknya, pengangguran berkurang dan pendapatan masyarakat bertambah.

"Saya bilang kenapa dibedakan atau didikotomikan antara bisnis dengan rakyat. Tidak mungkin peningkatan pertumbuhan ekonomi tanpa ada yang menciptakan lapangan pekerjaan. Kemiskinan juga tidak mungkin dikurangi apabila ekonomi tidak tumbuh," jelas ketua umum Partai Demokrat itu.

Menurutnya, jika sektor bisnis berhasil, maka yang menikmati adalah rakyat. Artinya, dalam hal ini pro bisnis sama saja dengan pro rakyat.

"Ekonomi tidak akan tumbuh kalau sektor real, kalau dunia usaha tidak tumbuh. Justru bisnis yang berhasil yang menikmati manfaatnya adalah rakyat kita. Saya kira kemajuan dunia usaha akhirnya untuk rakyat kita juga," pungkasnya. [gun]


Baca juga:
Pengamat: Itu Tamparan Keras ke SBY
Alasan SBY Pilih Netral Di Pilgub DKI
Pertemuan SBY-Prabowo Masih Dijadwalkan
Kunjungan Raja Salman Momentum Agar Mega-SBY Rujuk
Prabowo dan SBY Segera Bertemu


Komentar Pembaca

Berita Populer

Golkar Terus Panaskan Mesin Partai untuk Dedi Mulyadi
Emil: Adanya Pancasila Harus Disyukuri!
Ini Tanggapan Ma'ruf Amin Soal Ribut-ribut Kasus Imam Besar FPI