RMOLJABAR

Home

Share |
Kematian Pengusaha Konveksi Ini Dinilai Janggal
Sabtu, 20 Mei 2017 , 06:08:00 WIB

  

RMOJabar. Kematian seorang pengusaha konveksi di wilayah Jelambar, Jakarta Barat, Tjung Fa Hin (68 tahun) dinilai penuh dengan kejanggalan.

Sebelumnya, pihak Rumah Sakit Tarakan sempat menyebut kematian Tjung Fa Hin diakibatkan karena kecelakaan. Ini mengingat Tjung Fa Hin ditemukan dalam keadaan tak bernyawa saat tersungkur di kamar mandi di kediamannya sendiri pada Minggu (14/5) lalu. RS Tarakan menyebut penyebab kematian Fa Hin akibat pembuluh darah pecah usai terjatuh.

Namun begitu, Akiam (38 tahun) bersama sang kakak, Aliung (40 tahun) mengaku ada kejanggalan atas kematian ini. Akiam menjelaskan bahwa pihak keluarga menduga Fa Hin meninggal karena dibunuh.

Kecurigaan itu, lanjutnya, pertama kali disampaikan oleh kakak dari almarhum, Sufendi Setyanegara (70 tahun). Pria yang berprofesi sebagai pengacara itu melihat adanya indikasi pembunuhan.

"Kecurigaan Om Sufendi didasarkan pada gulungan kain bersimbah darah, serta posisi kaca mata korban yang berada di luar kamar mandi tempat korban ditemukan," jabarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (19/5).

Sementara itu, karyawan Fa Hin, Jum menjelaskan bahwa usai kematian ini ada salah seorang karyawan yang menghilang. Karyawan tersebut, kata Jum, hilang bersama rekannya yang bertubuh besar.

"Keduanya menghilang sejak kejadian tersebut hingga kini. Karyawan itu tukang jahit yang baru kerja 4 hari," paparnya.

Berdasarkan sejumlah kecurigaan tersebut, pihak keluarga melakukan otopsi dan pada Selasa (17/5) kemarin membuat laporan resmi ke pihak Polsek Jelambar.

Pada Rabu (18/5) tim forensik kepolisian bersama tim forensik memeriksa TKP yang kemudian ditemukan barang bukti berupa linggis yang diduga dipakai sebagai alat pembunuhan terhadap Tjung Fa Hin.

Dari sejumlah fakta di atas, pihak keluarga yakin pihak kepolisian akan segera menyelesaikan kasus ini secepatnya. Jenazah Tjung Fa Hin rencananya akan dimakamkan di Kalimantan pada Minggu (21/5). [gun]


Baca juga:
Pengadaan Mobil Siaga Desa Sehat untuk Menekan Tingkat Kematian
Selain Baik Bagi Kesehatan, Ternyata Minum Susu Memiliki Efek Negatif Bagi Tubuh
Dukun Paraji Penyebab Tingginya Kematian Ibu Hamil?
Program Keluarga Sehat Tingkatkan Kualitas Penanganan Ibu Hamil
Jangan Keliru, Penyakit Jantung Tidak Hanya Mengincar Pria


Komentar Pembaca

Berita Populer

KPK Tidak Cermat Terkait Kasus Korupsi E-KTP
Komunitas Tiong Hoa Karawang Akan Polisikan Bos PT Tatar Kertabumi
Hina Umat Islam, Direktur PT. Tatar Kertabumi Dilaporkan ke Polisi