Kang Dedi
Kang Emil

Ummat Islam Perjuangkan Pancasila Sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa

Politik  SENIN, 19 JUNI 2017 , 11:41:00 WIB | LAPORAN: IMRON HIDAYAT

Ummat Islam Perjuangkan Pancasila Sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa
RMOLJabar. Ideologi Pancasila bagi bangsa Indonesia tidak lagi dapat ditawar karena Pancasila merupakan common platform para pendiri bangsa Indonesia. Tak terkecuali bagi ummat Islam.

Justru ummat Islam telah memberikan tempat tersendiri bagi eksistensi Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Atas nama persatuan dan kesatuan bangsa, ummat Islam yang diwakili oleh para pendiri negara, diantaranya, KH. Wahid Hasyim dan Ki Bagus Hadikusumo yang menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) secara ikhlas menerima penghapusan tujuh kata yang tertera dalam Piagam Jakarta," ungkap Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy dalam acara Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata) di aula Janaka Setda Pemda Kabupaten Purwakarta.

Lebih jauh pria yang biasa Romi ini menjelaskan bahwa dalam bingkai NKRI yang sudah final dan disepakati pendiriannya oleh founding fathers, tugas yang paling utama adalah membingkai NKRI dengan semangat persaudaraan , persamaan, toleransi dan kebebasan, ammar makruf nahyi munkar, musyawarah , keadilan dan keseimbangan.

"Dalam konteks ini, kita tidak boleh pesimis memperjuangkan pengintegrasian hukum-hukum Islam ke dalam hukum positif dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Karena sejatinya, Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam," ujarnya.

Hadir dalam kegiatan dialog tersebut para sesepuh Permata, seperti Ridwanullah dari Permata Bandung dan Budi Sopani Muflih dari Yogyakarta.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakili Bupati Purwakarta, Kabid Kepemudaan Ahmad Arif Imamulhaq menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakannya dialog kebangsaan tersebut.

"Atas nama pa Bupati, saya bersyukur adik-adik mahasiswa menggelar dialog ini. Ada dua hal yang saya garis bawahi, pertama soal dialognya dan tentu yang kedua soal kebangsaan. Ada kemajuan yang cukup signifikan disini. Adik-adik mahasiswa mengedepankan dialog, ini penting sekali. Karena dialog mencerminkan tingkat kecerdasan seseorang. Hal kedua, soal kebangsaan dengan mengambil tema Pancasila sebagai perekat dan pemersatu bangsa, menunjukkan kepekaan yang sangat tinggi dari mahasiswa terkait kondisi bangsa saat ini,” ujar Arif.

Kata dia, Pancasila sebagai falsafah hidup merupakan inti sari dari nilai-nilai dan tradisi luhur dari nenek bangsa Indonesia, yang sejatinya tidaklah bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam.

Tentu kita mengenal kaidah fiqih laa yanbaghil khuruuj min aadatin naas illa fil haram, tidaklah dilarang tradisi masyarakat selama tidak diharamkan,” kata pendiri dan mantan Ketua Umum pertama Permata Yogyakarta ini.

"Dan perlu diketahui, bila Bupati Purwakarta, kang Dedi Mulyadi telah menginisiasi gerakan pembumian Pancasila dengan hadirnya sekolah kebangsaan, institut Pancasila serta berbagai kebijakan yang praktis dan implementatif bagi seluruh elemen masyarakat," pungkas Arif. [bon]




Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Kawasan Industri Malaysia Dikuasai China

Kawasan Industri Malaysia Dikuasai China

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 13:00:00

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 15:45:00

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 16:31:00

Panglima TNI Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila