Kang Dedi
Kang Emil

Layanan Istimewa, Bupati Purwakarta Resmikan Program Sampurasun Dokter

Webtorial  RABU, 12 JULI 2017 , 17:41:00 WIB | LAPORAN:

Layanan Istimewa, Bupati Purwakarta Resmikan Program Sampurasun Dokter
Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta kembali lakukan inovasi dalam bidang pelayanan kesehatan untuk masyarakat Purwakarta.

Setelah sebelumnya suksek dengan layanan, Safety Emergency Medical Rescue (Semar), kini Pemkab Purwakarta yang dikomandoi oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, meluncurkan program 'Sampurasun Dokter'.

Istimewannya, melalui program berbasic aplikasi itu. Masyarakat Purwakarta bisa memanggil dokter dan bidan untuk konsultasi kesehatan. Sehingga dengan program itu warga bisa mengakses layanan ini melalui aplikasi Ogan Lopian yang merupakan aplikasi berisi sejumlah layanan publik di Purwakarta.

Terlebih dahulu kita sudah punya Drupadi, dan itu sudah diresmikan, sekarang kita integrasikan seluruh layanan itu melalui aplikasi Ogan Lopian, ini sudah mencakup semua layanan publik,” ujar Dedi di lokasi kegiatan.

Adapun aplikasi Ogan Lopian sudah dapat diunduh oleh warga melalui Play Store. Nama Ogan Lopian itu terinspirasi dari salah satu pusaka milik Batara Kresna dalam kisah pewayangan yang mampu melihat kondisi dan situasi tertentu yang diinginkan.

Untuk diketahui, agar bisa menggunakan aplikasi ini, warga terlebih dahulu harus membuat akun dalam aplikasi tersebut dengan memasukan nomor Kartu Tanda Penduduk dan mendaftar dengan menggunakan email.

Aplikasi Ogan Lopian memiliki beberapa menu diantaranya, Destinasi Wisata, Laporan Warga, Sampurasun Ambulance, Sampurasun Dokter, Sampurasun Bidan, Lokasi Penting dan Sampurasun Polisi.

Layanan integratif ini menurut Dedi, sengaja diluncurkan di wilayah pedesaan karena alasan tersendiri. Ia berujar, selama ini masyarakat pedesaan kurang mendapatkan akses dibandingkan masyarakat perkotaan.

Bagi warga yang sudah memiliki smartphone berbasis android bisa langsung akses melalui aplikasi. Bagi yang tidak punya, ada SMS Center yang bisa digunakan. Kalau tidak punya juga bisa datang langsung ke dokternya. Kita sediakan satu dokter untuk 3 desa,” pungkasnya.Adv/RMOLJabar



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00