Kang Dedi
Kang Emil

PLS Bandung Masagi Akhiri Perpeloncoan Siswa

Disdik  SABTU, 15 JULI 2017 , 11:21:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

PLS Bandung Masagi Akhiri Perpeloncoan Siswa

PLS Bandung Masagi

RMOLJabar. Tahun ajaran baru akan segera dimulai pada hari Senin 17 Juli 2017. Sekolah-sekolah di Kota Banding siap menyambut peserta didik baru.  

Pemerintah Kota Bandung sejak tahun 2016 telah mengimplementasikan model Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) Bandung Masagi.

Dalam rangka mempersiapkan PLS tersebut Dinas Pendidikan Kota Bandung menyelenggarakan workshop pendidikan karakter Bandung masagi bagi para pengawas, Kepala sekolah dan guru di lingkungan dinas pendidikan kota Bandung mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP yang berjumlah 495 orang. Dan bertempat di SMKN 3 Bandung pada tanggal 12-14 Juli 2017.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung mengatakan, workshop ini menghadirkan 450 orang kepala sekolah dan guru dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap sekolah tentang penyelenggaraan PLS yang sebaiknya dilakukan.

"Fenomena PLS yang keliru dalam implementasinya yang menerapkan model perpeloncoan dan aktivitas lainnya yag bersifat memberatkan peserta didik menjadi salah satu landasan mengapa perlu dilakukan workshop PLS Bandung masagi ini," ungkap Elih Sudiapermana kepada RMOLJabar. Sabtu (15/7).

Ia mengatakan, bahwa PLS yang dilakukan seyogyanya mempersiapkan peserta didik untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya, sehingga bentuk-bentuk kegiatan yang tidak semestinya dilakukan dalam PLS dapat dihindari.

"PLS Bandung Masagi yang akan dilakukan di sekolah mengacu kepada nilai-nilai kearifan lokal budaya sunda silih asih, silih asah, silih asuh, dan silih wawangi yang dikemas dalam empat komponen Bandung Masagi yakni cinta religi, jaga budaya, cinta lingkungan dan bela negara," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (Emil) mengharapkan dengan PLS Bandung masagi sekolah dapat memberikan bekal bagi pengembangan karakter peserta didik di kota Bandung.

"Sehingga peserta didik tidak hanya pintar tetapi juga taat beribadah, menjaga nilai-nilai luhur budaya, mencintai lingkungannya, dan mencitai negaranya," jelasnya.

Dalam kegiatan Workshop tersebut hadir juga sebagai pembicara yaitu Tim Psikologi UPI UIfa Misbach. Ia mengatakan, tujuan dikembangkannya  model pendidikan karakter Bandung masagi adalah untuk Mewujudkan generasi  yang   memiliki karakter jujur, berani, percaya diri,  tan   uh,  peduli, tekun, adil,  toleran, disiplin, mandiri, kritis,  inisiatif,  kreatif,  ramah, bertanggung jawab, sederhana, sabar,  kerjasama, cekatan.

"Dan sadar diri dengan berlandaskan  filosofi nilai-nilai kearifan  lokal  budaya Sunda. yaitu, silih asih, silih asah,  silih asuh,  dan  silih wawangi," ungkap Ulfa Misbach.

Dengan demikian para peserta menjadi paham tentang implementasi PLS Bandung masagi bagi para peserta didik baru di sekolahnya.

Dengan workshop ini mereka menjadi lebih paham akan nilai-nilai yang perlu dikembangkan dan ditumbuhkan agar generasi bangsa khsusnya peserta didik di kota Bandung menjadi individu yang tidak hanya pintar tetapi religius, berbudaya, cinta lingkungan, cinta pada negaranya. [jar]

Komentar Pembaca
SBY-Prabowo Mengancam Petahana

SBY-Prabowo Mengancam Petahana

KAMIS, 27 JULI 2017 , 19:00:00

Pimpinan KPK Terbukti Lalai

Pimpinan KPK Terbukti Lalai

KAMIS, 27 JULI 2017 , 15:00:00

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

RABU, 26 JULI 2017 , 23:00:00