Kang Dedi
Kang Emil

UBBar Bantu Pengobatan Penderita Kanker Payudara Lewat Medsos

Sosial  MINGGU, 16 JULI 2017 , 20:17:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

UBBar Bantu Pengobatan Penderita Kanker Payudara Lewat Medsos

UBBar

RMOLJabar. Melalui media sosial (medsos) dan grup WhatsApp, Komunitas Urang Bandung Barat (UBBar) menggalang bantuan untuk membantu pengobatan Edeh Rostiawati (42) penderita kanker payudara warga Kampung Purabaya RT 02/06 Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Pendiri komunitas UBBar, Rudy Praja mengatakan, informasi adanya warga miskin penderita kanker didapat melalui pesan salah seorang anggota. Melihat kondisi warga yang memang butuh biaya untuk operasional pengobatan, penggalangan dana pun dilakukan.

"Alhamdulillah dalam waktu dua hari kurang lebih terkumpul Rp10juta, kami langsung berikan kepada ibu Edeh,"ucap Rudy, (16/7).

Komunitas yang terdiri dari warga Bandung Barat berbagai usia dan profesi ini terbentuk atas dasar merekatkan tali silaturahmi dan diajak untuk peka pada persoalan sosial warga bandung barat.

"Kami berharap komunitas ini menjadi ruang informasi dan solusi, jika bukan kita lalu siapa lagi yang akan peduli,"ujarnya.

Rudy mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli dalam tindakan nyata manakala ditemukan persoalan menyangkut warga Bandung Barat. Tak ingin beretorika, UBBar ingin menggugah kepedulian warga Bandung Barat untuk terus bekerja dan peka pada masalah sosial.

"Jika kita terus diam apakah masalah akan selesai, kita coba lakukan semampu kita,"jelasnya.

Sebelumnya, Edeh merupakan janda dua anak yang kerap merasakan kesakitan dan tak mampu beraktifitas lantaran payudaranya terus membesar hingga sebesar bola basket dengan luka menganga bercampur nanah.

Pengobatan mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) memang ia jalani selama berobat ke RSU Cibabat Kota Cimahi, namun kendala biaya transportasi dan penunggu pasien membuat dirinya urung berobat intensif.

Siti Mariah (61) ibu kandung Edeh mengungkapkan, setahun lalu timbul benjolan kecil di bagian pangkal payudara kanan anaknya, sempat dokter melakukan operasi kecil untuk menganalisa penyakit anaknya.

"Sejak itu benjolan semakin bertambah, bahkan beberapa bagian luka terbuka dan mengeluarkan darah bercampur nanah,"ungkapnya, Rabu (12/7).

Saat pertama kali dibawa ke RS, tutur Siti, anaknya pernah dirawat beberapa hari dan atas anjuran dokter berobat jalan dilakukan seminggu sekali. Di pekan kelima Edeh enggan pergi berobat lantaran tak ingin ibunya yang hanya berjualan kelontong jika harus mengeluarkan biaya untuk pengobatannya.

"Saya hanya jualan jajanan anak-anak di rumah, mungkin dia kasian sama saya,"tuturnya.

Melihat kondisi yang kian memburuk, tetangga Edeh, Mimin Mintarsih bersama ibu PKK RW sekitar berinisiatif mengajak Edeh untuk berobat lagi. Selang enam bulan pasca operasi, Edeh kembali berobat dan harus mengeluarkan biaya pemeriksaan jantung.

"Kata dokter pemeriksaan jantung tidak bisa dilakukan di RS Cibabat, akhirnya uangnya pakai kas RW sebesar Rp.900 ribu," ucap dia.

Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga Edeh cukup memprihatinkan, Edeh hanya seorang janda yang harus membiayai dua anaknya Rahmania (11) dan Melisa (7). Akibat tak mampu bekerja Edeh hanya bisa mengandalkan belas kasih sanak famili dan tinggal bersama ibunya.

"Kami juga menggalang dana sebisa kami, tetapi ya kemampuannya terbatas, paling untuk nambah ongkos ke Cibabat,"katanya.

Ketua Karang Taruna RW 06 Desa Jayamekar, Ery Herdiansyah mengaku terus berupaya menggalang donasi melalui media sosial dan pengumuman pada komunitas di Padalarang. Diharapkan hasil sumbangan dapat membantu biaya pendampingan pasien, akomodasi dan biaya hidup keluarga Edeh.

"Kondisinya cukup memprihatinkan, kanker sudah menyebar ke seluruh bagian payudara kanannya. Edeh juga hanya bisa tergolek lemah di kasur sambil menahan sakit,"jelasnya. [jar]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00