Kang Dedi
Kang Emil

NU dan PKB Tolak Full Day School

Politik  SABTU, 12 AGUSTUS 2017 , 17:06:00 WIB | LAPORAN: LANNIE RACHMAN

NU dan PKB Tolak Full Day School
RMOLJabar. Nahdlatul Ulama (NU) menolak penerapan sekolah lima hari (full day school) yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan.

Tak hanya kalangan NU, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga menolak kebijakan yang dianggap akan menjauhkan siswa dari pendidikan diniyah takmiliyah, yakni pendidikan Islam nonformal sebagai pelengkap bagi siswa.

"Kebijakan sekolah lima hari ini akan menyita waktu siswa karena harus menempuh pendidikan selama delapan jam dalam seharinya. Pulang sekolah jam 2 atau jam 4 siang, siswa akan kehilangan waktu untuk mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah," kata Ketua Pengurus Wilayah NU Provinsi Jawa Barat Hasan Nuri Hidayatullah disela kegiatan Halaqah 'Peran Madrasah dan Pondok Pesantren dalam Menjaga Moralitas dan Wawasan Keberagamaan Generasi Bangsa,' yang dihadiri seluruh pengurus dan kader NU se-Jawa Barat di Bandung Sabtu (12/8).

Menurutnya, pendidikan nonformal ini merupakan pendidikan karakter bagi masyarakat yang sudah sejak lama dilakukan oleh ulama. Ia khawatir, generasi muda akan kehilangan karakter jika tidak mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah.

"Bahkan sebelum bangsa ini lahir, melalui pondok pesantren, madrasah NU sudah lebih dulu berperan dalam memberikan pendidikan," ujarnya.

Ia menambahkan, jika siswa hanya mendapat pendidikan formal akan berdampak kurang baik. Namun, dia memahami alasan penerapan sekolah lima hari ini. Menurutnya, tujuan full day school ini justru menjauhkan siswa dari hal-hal tidak baik akibat kurangnya perhatian dari orang tua yang sibuk bekerja.

"Mungkin untuk di kota besar program ini dapat diterapkan. Tetapi di pelosok desa, dimana tidak semua peserta didik orang tuanya bekerja seharian penuh seperti petani, nelayan, yang separuh waktunya tetap bisa dipakai bersama anak-anaknya," tuturnya.

Senada, Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Dede Rosada mengatakan, kebijakan full day school akan menjauhkan siswa dari pendidikan agama. Selain itu, kata dia, sekolah lima hari ini akan menyita waktu siswa sehingga terlalu banyak di sekolah.

Dikatakannya, jika ingin memiliki masyarakat yang berkualitas unggul, menurutnya yang harus ditingkatkan adalah pendidikan agama. Ia menilai ilmu itu iman, takwa, ahlak mulia. Karena bangsa Indonesia berkeyakinan, dengan iman dan takwa, bangsa akan lebih suistanable, bertahan.

"Dengan meningkatkan keimanan masyarakat akan menjauhkan generasi penerus dari perbuatan yang tidak bermanfaat dan melanggar norma-norma. Iman dan takwa juga membuat generasi muda tidak hedonis," kata dia.

Sementara Ketua DPW Partai Kebangkita Bangsa Provinsi Jawa Barat Syaiful Huda menuturkan penolakan dari pengurus NU ini otomatis menjadi instruksi bagi partainya. PKB, kata dia, dipastikan tidak akan mendukung calon gubernur dan bupati/wali kota yang setuju dengan program tersebut.

"Apa yang diputuskan PWNU, ini bagian dari perintah yang harus diamankan PKB," tandasnya. [nif]



Komentar Pembaca
Oentoek Padoeka Jang Moelja

Oentoek Padoeka Jang Moelja

MINGGU, 22 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

SABTU, 21 OKTOBER 2017 , 09:00:00

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 15:45:00

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 16:31:00

Panglima TNI Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila