Kang Dedi
Kang Emil

Bocah SD Meninggal Karena Berkelahi, Ali Taher Desak Pemerintah Perhatikan Pendidikan Akhlak

Sudut Pandang  MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 , 01:48:00 WIB

Bocah SD Meninggal Karena Berkelahi, Ali Taher Desak Pemerintah Perhatikan Pendidikan Akhlak
RMOLJabar. Ketua Komisi VIII DPR Muhammad Ali Taher Parasong mengaku turut berbelasungkawa atas tewasnya salah satu pelajar SDN Longkaweng di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Saepul Rohman bin Turki (8).

"Saya ucapkan duka yang mendalam terhadap korban dan semoga orang tua korban yang ditinggalkan dapat tabah," katanya kepada wartawan, Sabtu (12/8).

Diduga siswa kelas 2 SD itu tewas karena berkelahi dengan teman sebayanya. Politisi PAN ini juga menyesalkan peristiwa tersebut. "Karena menimpa pada anak di bawah umur dan terjadi di dunia pendidikan," imbuhnya.

Untuk itu, Ali Taher menekankan bahwa ke depan, peran kedua orang tua harus lebih dimaksimalkan lagi. Utamanya untuk membentuk karakter anaknya masing-masing.

Tidak hanya itu, dikatakannya bahwa kekerasan yang marak terjadi di dunia pendidikan Indonesia, dari mulai SD hingga perguruan tinggi, harus dijadikan sebagai masalah serius bagi pemerintah.

"Pemerintah haruslah mengevaluasi dan hadir secara nyata, tidak hanya memberikan sejumlah anggaran dari APBN 20 persen dalam ruang pendidikan, namun harus mengedepankan pendidikan agama dan akhlak dalam dunia pendidikan," jelasnya.

Ditekankannya, bahwa selama ini pemerintah hanya mengejar kuantitas dan kualitas pendidikan semata, namun tidak memperhatikan nilai-nilai agama, sosial, budaya dan perhatian terhadap perlindungan kepada anak didik di dunia pendidikan. Padahal menurut dia, saat ini, dimana perkembangan zaman semakin maju, anak didik mudah meniru adegan ataupun membuka konten kekerasan melalui internet.

"Oleh karenanya pendidikan agama perlu diperkuat dalam lingkup pendidikan pada saat ini," ujar Ali Taher.

Ditegaskannya, agar peran masyarakat dan pemerintah, utamanya Menteri Perlindungan Anak, Menteri Agama, Menteri Sosial, Mendikbud dan Menristek Dikti untuk dapat saling sinergis dan melakukan upaya komunikasi dan koordinasi demi menciptakan dunia pendidikan yang berkemajuan dan berakhlak. Hal itu agar program pendidikan di Indonesia dapat dijalankan dengan lebih komprehensif dan memiliki nilai religius tanpa meninggalkan nilai nilai budaya.

"Sudah saatnya kita memajukan dunia pendidikan yang maju, berakhlak dan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman di dunia pendidikan dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan kultur budaya, sehingga generasi bangsa kedepannya dapat memiliki kepribadian yang baik dan terciptanya mutu pendidikan yang berkualitas serta mampu bersaing dengan negara lain," tutup Ali Taher. [gun]

Komentar Pembaca
Baznas Ajak Berdonasi Sambil Belanja

Baznas Ajak Berdonasi Sambil Belanja

JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00