Kang Dedi
Kang Emil

Bappeda Purwakarta Uji Kelayakan Revitalisasi Pasar Jumaah

Webtorial  SENIN, 14 AGUSTUS 2017 , 10:02:00 WIB | LAPORAN:

Bappeda Purwakarta Uji Kelayakan Revitalisasi Pasar Jumaah
Sejumlah perwakilan pedagang yang tergabung dalam Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Pasar Jumaah diundang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Purwakarta untuk Penyusunan Feasibility Study Revitalisasi Pasar Jumaah.

"Kami sedang mengkaji terkait studi kelayakan revitalisasi Pasar Jumaah, belum pada rencana pembangunannya, semua steakholder kita undang juga," ujar Kepala Bappeda Kabupaten Purwakarta, Tri Hartono, Senin (14/8).

Menurutnya, Feasibility Study (FS) adalah sebuah studi yang bertujuan untuk menilai kelayakan implementasi sebuah bisnis, sedangkan aspek-aspek yang dianalisa dalam FS meliputi aspek-aspek financial benefit yang meliputi keuntungan untuk usaha tersebut (macro economic benefit).

"Para pelaku dunia usaha tersebut kita undang, salah-satunya IWAPA Pasar Jumaah. Karena para pedagang tersebut yang nantinya bersentuhan langsung dengan rencana tersebut," kata Tri.

Selain itu, pada pelaksanaannya nanti, pihaknya juga akan mengusahakan keterpaduan antara perencanaan nasional, regional dan daerah.

Sementara, Ketua Iwapa Pasar Jumaah, Iwan Jalinus sambut baik rencana Pemkab Purwakarta yang akan merivitalisasi pasar yang dulu menjadi ikon Purwakarta itu.

"Keseluruhan ada sekitar 400 pedagang yang terbagi di 3 blok di Pasar Jumaah. Dari awal, kami telah melayangkan pengajuan revitalisasi pasar. Mudah-mudahan ini pertanda akan ada realisasi dari pengajuan tersebut," ujarnya, ditemui di Kantor Bappeda seraya mengatakan, Iwapa juga apresiasi terhadap penataan pedagang pasar yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi sebelumnya.

Terkait hal diatas, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, Pasar Jumaah sebagai kawasan transaksi jual-beli tidak saja hanya berdimensi ekonomi. Salah satu kriteria dari pasar untuk bisa disebut sebagai pasar ideal dan modern adalah, pasar harus sehat, bersih dan tidak membahayakan konsumen.

"Wajar saja bila masalah pasar mengemuka maka sektor lain juga turut mempengaruhi atau terkena dampaknya. Eksistensi pasar terkait erat dengan masalah kebijakan, perencanaan pembangunan, tata ruang wilayah, Pendapatan Asli Daerah (PAD), keberpihakan hingga soal kesejahteraan warga. Perencanaanya harus maksimal," ujar Kang Dedi.Adv/RMOLJabar



Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Kawasan Industri Malaysia Dikuasai China

Kawasan Industri Malaysia Dikuasai China

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 13:00:00

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 15:45:00

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 16:31:00

Panglima TNI Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila