Kang Dedi
Kang Emil

Cirebon Bergejolak, Ratusan Sopir Angkot Demo, Minta Transportasi Online Ditutup

Peristiwa  SELASA, 15 AGUSTUS 2017 , 11:35:00 WIB | LAPORAN: SUDIRMAN WAMAD

Cirebon Bergejolak, Ratusan Sopir Angkot Demo,  Minta Transportasi Online Ditutup
RMOLJabar. Ratusan sopir angkutan umum di Kota Cirebon melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Cirebon yang berada di Jalan Siliwangi, Selasa (15/8).

Para sopir angkutan umum itu menuntut agar pemerintah mengambil tindakan tegas terkait transportasi berbasis online. Pasalnya, sejak ada transportasi online di Kota Cirebon pendapatan harian transportasi konvensional makin loyo.

Massa pun menilai, transportasi online yang beroperasi di Kota Cirebon ilegal. Karena tida memiliki izin dari pemerintah. Akibat dari aksi unjuk rasa yang dilakukan sopir angkutan umum itu Jalan Siliwangi lumpuh. Pihak kepolisian pun terpaksa menutup akses Jalan Siliwangi.

Kordinator Jalur D5, Indra Jaya menyampaikan, para sopir angkutan umum menginginkan pemerintah tegas terhadap transportasi online. Ia menginginkan pemerintah menutup pelaku usaha transportasi online. "kami inginya mereka (transportasi online) diutup. Karena mereka belum memiliki ijin," kata Indra.

Senada disampaikan Agus Tarmudi selaku Kooordinator Jalur D6. Agus mengatakan, sebelumnya sopir angkutan umum sudah melakukan audiensi dengan pihak eksekutif dan Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis. Namun, pertemuan tersebut tak membuahkan hasil.

"Pak Wali kelihatan tidak berani mengambil sikap. Hanya mengulur-ngulur waktu, biar kita (sopir angkutan umum) tidak mogok," kata Agus.

Agus juga menilai, Dishub Kota Cirebon tidak tegas. Padahal, Dishub sempat mengeluarkan surat larangan agar transportasi online tidak beroperasi. "Harga mati untuk menutup transportasi online," tandasnya.

Untuk diketahui, sebelum melakukan aksi unjuk rasa. Para sopir angkutan umum mogok kerja. Penumpukan penumpang pun terjadi dibeberapa lokasi. Pasalnya, semua sopir angkutan umum yang berada dalam trayek kota, dari D1 hingga D10 melakukan mogok. Untuk mengurai penumpukan penumpang, pihak kepolisian dan TNI pun mengerahkan mobil opersionalnya. [gus]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00