Ini Keuntungan Mesin Nissan e-POWER

Otomotif  RABU, 16 AGUSTUS 2017 , 16:36:00 WIB | LAPORAN:

Ini Keuntungan Mesin Nissan e-POWER
RMOLJabar. PT Nissan Motor Indonesia (NMI) memperkenalkan drivetrain e- POWER, Nissan Note e-POWER ang menjadi bagian dari Nissan Intelligent Mobility. Sistem penggerak e-POWER berasal dari teknologi kendaraan listrik Nissan seperti LEAF.

Sama dengan LEAF, sistem Nissan e-POWER menggerakkan roda kendaraan menggunakan motor listrik yang juga didukung oleh baterai lithium-ion on-board. Namun, tidak seperti kendaraan listrik biasa, teknologi Nissan e-POWER tidak membutuhkan charger eksternal, melainkan menggunakan mesin bensin berukuran kecil untuk mengisi daya baterai ketika mobil sedang dikendarai.

Mesin bensin tidak menggerakkan roda kendaraan dan beroperasi hanya jika dibutuhkan, melalui sistem kerja seperti ini menghasilkan efisiensi bahan bakar yang optimal.

"Nissan e-POWER menjadi solusi inovatif dalam ranah elektrifikasi di pasar yang kini sedang berkembang. Nissan e-POWER hanya menggunakan motor listrik dengan output yang tinggi-tidak menggunakan mesin bensin untuk menggerakkan roda mobil. Pengemudi bisa menikmati ketenangan, torsi yang instan dan kelancaran performa sebuah kendaraan listrik, tanpa harus khawatir dengan pengisian baterai," jelas ujar Eiichi Koito, Presiden Direktur NMI.

Teknologi e-POWER

Sistem Nissan e-POWER dilengkapi dengan komponen utama, ang meliputi compact Lithium-ion battery, generator listrik, inverter, motor listrik dengan output tinggi, dan mesin bensin kecil yang efisien.

Sistem Nissan e-POWER 100% menggunakan penggerak motor listrik, yang berarti bahwa roda hanya digerakkan oleh motor listrik. Kekuatan dari compact Lithium-ion baterry dikirim ke motor listrik output tinggi dari e-POWER dengan mesin bensin kecil mobil yang digunakan saat dibutuhkan untuk membantu mengisi daya ulang baterai. Pengoperasiannya otomatis, menyala dan mati sesuai kebutuhan, dan tidak terhubung dengan roda mobil.

Dalam sistem hybrid konvensional, motor listrik dengan output rendah digabungkan dengan mesin bensin untuk menggerakkan roda saat kondisi baterai sedang lemah (atau saat bepergian dengan kecepatan tinggi). Namun, dalam sistem e-POWER, mesin bertenaga bensin tidak terhubung ke roda, hanya untuk mengisi baterai saja.

Struktur sistem ini secara umum membutuhkan motor dan baterai yang lebih besar karena motor adalah satu-satunya sumber langsung untuk menggerakkan roda. Hal ini menjadi tantangan bagi pabrikan otomotif dalam memasang sistem tersebut di mobil compact,” papar Eiichi Koito.

"Kami berkomitmen untuk mengembangkan Powertrain bertenaga listrik yang mampu memenuhi beragam kondisi pasar, dan e-POWER adalah salah satu contoh yang memungkinkan untuk dijadikan solusi bagi pasar yang sedang berkembang seperti di Indonesia, sebagai jembatan menuju kendaraan listrik utuh," tutup.[gun]

Komentar Pembaca
Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 22:28:40

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Gunungpati Semarang
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad