Saca geram Siti Aisyah bikin ricuh KNPI Jabar

Politik  KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 , 23:14:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Saca geram Siti Aisyah bikin ricuh KNPI Jabar

net

RMOLJabar. Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat, Saca Suhendi geram dengan langkah Siti Aisyah yang telah mengklaim kepengurusan tandingan bentukan dirinya legal.

Ditemui disela-sela pelaksanaan Rapat Pimpinan Daerah KNPI, di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Jalan D. Hardjakusumah, Kamis (24/8). Saca geram dan mengaku akan menggelar Musyawarah Daerah( Musda) untuk mendengar aspirasi OKP dan DPD II.

"Mereka ingin membuat suasana menjadi ricuh.  Sementara saya menjaga betul pemuda tetap kondusif. Maka yang harus kita pikirkan adalah cara membangun kebersamaan,"ucapnya.

Beberapa bulan yang akan datang, lanjut Saca, pihaknya akan melakukan Musyawarah Daerah (Musda) dan akan dihadiri oleh semua OKP dan DPD II.

"Dengan Musda tersebut maka dengan sendirinya KNPI Aisyah hilang. Sebab tidak ada pengakuan dari OKP atau DPD II," tegasnya.

Kendati demikian, Saca mempersilakan Aisyah jika ingin mencalonkan jadi Ketua KNPI Jabar saat Musda nanti. Tapi dengan musda yang diadakan oleh pihaknya.

"Karena itu yang diatur undang-undang. Periodisasi saya itu dari 2014-2017. Dan saya pastikan saya tidak akan mencalonkan lagi, cukup satu periode saja," sebutnya.

Saca menuturkan, Musda bersama yang akan dilaksanakan secara otomatis menghambat anggaran. Sebab nomenklatur anggaran itu adalah nomenklatur anggaran KNPI priode 2014-2107 disitu ada anggaran musda.

"Target mereka adalah menggagalkan anggaran bukan kepersoalan Musda bersama. Sebab ketika Musda bersama ini tidak dilakukan maka terhambatlah anggaran. Itu lah yang dilakukan mereka, sehingga saya tetap akan melakukan Musda sesuai dengan aturan organisasi yang benar," tuturnya.

Namun jika musda dilaksanakan, maka tidak ada alasan dana tersebut tidak dicairkan karena itu sudah menjadi peraturan gubernur dan sudah menjadi kesepakatan.

"Fakta integritas saya ketua KNPI Jabar dengan Kadispora yang menandatangani, menyepakati anggaran untuk dicairkan dan mengajukan serta diproses secara benar maka anggaran tersebut wajib hukumnya, sebab, jika tidak dicairkan akan bertentangan dengan undang-undang," tandasnya.

Sementara itu, Siti Aisyah, mengatakan bahwa KNPI yang dipimpinnya bukanlah KNPI tandingan. Sebab dirinya juga memiliki DPP KNPI.

"Jika memang KNPI saya hanya membuat kegaduhan atau membuat tidak kondusif, ya tinggal diserahkan kepada pemuda Jawa Barat," ujarnya.

Menurut Aisyah, pihaknya tidak pernah mengganggu pemuda Jabar, baik dalam acara atau pun kegiatan yang diadakan. Jadi Aisyah menolak jika dirinya dianggap sebagai pembuat tidak kondusif ditubuh KNPI.

"Kalau saya dikatakan membuat tidak kondusif, saya tidak setuju. Sebab saya sendiri KNPI yang mempunyai KNPI pusatnya dengan Ketum Fadel Dauld Arafiq," ujarnya.

Aisyah melanjutkan, jika Saca masih berbicara legalitas dan prosedur KNPI maka Aisyah mempersilahkan Saca untuk melanjutkan konflik yang tengah bergekolak hingga ke ranah hukum.

"Kalau Pak Saca masih menganggap legalitas saya tidak sah, silahkan buat tuntutan biar hukum yang menentukan," pungkasnya. [gus] 

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00