Kang Dedi
Kang Emil

Atmosfir Perkembangan Toleransi Beragama di Purwakarta Meningkat

Ragam  SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 16:17:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Atmosfir Perkembangan Toleransi Beragama di Purwakarta Meningkat
RMOLJabar. Kantor Kementrian Agama Kabupaten Purwakarta melansir data perkembangan keberagaman toleransi beragama di Kabupaten Purwakarta, cenderung mengalami peningkatan.

Kasubag Agama, Pendidikan dan Kesejahteraan Bagian Kesra Setda Purwakarta Dindin menuturkan bahwa kegiatan keagamaan di Purwakarta cukup meningkat terutama kegiatan keagaamaan bagi umat muslim. Diantaranya adalah meningkatkan jumlah masjid dan mushala, guru ngaji dan santri yang mondok di Purwakarta.

"Peningkatannya signifikan malah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seperti mushala, masjid, guru ngaji hingga santri yang belajar di Ponpes," ungkapnya ketika ditemui di ruang Kesra Setda Purwakarta, Senin (11/9).

Peningkatan yang signifikan terlihat pada sarana dan Guru keagamaan di Purwakarta dalam range tahun 2013-2016, untuk diketahui saja jumlah masjid di Purwakarta sebanyak pada tahun 2016 1.292 Masjid, Mushala 1.030, Santri 9.452 Kyai/ustadz 1.662 dan guru ngaji 5.005, dan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan setiap tahunnya.

"Dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan hal itu berdasarkan kebijakan Bupati Purwakarta salah satunya kewajiban pendalaman Alquran dan kitab kuning termasuk integrasi sekolah umum dan madrasah," ujarnya.

Bahkan kenaikan fasilitas keagamaan seperti sekolah agama atau madrasahpun mengalami kenaikan dari tahun ketahunnya. Bahkan setelah ada pelajaran kitab kuning sekolah berbasis kitab kuning cukup meningkat.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto menuturkan bahwa Atmosfer keberagaman toleransi di purwakarta meningkat indikatornya  jumlah pesantren bertambah, jumlah santri dan mutu pesantren meningkat masjid pun terus mengalami peningkatan.

"Kepesertaan madrasah melek pada alquran dan kitab kuning terus meningkat partisipasinya termasuk jumlah pendidik agama grafiknya terus mengalami peningkatan," ungkapnya.

Peningkatan sarana dan prasana sendiri ternyata dibarengi oleh peningkatan kesejahteraan guru ngaji,terutama guru madrasah yang mengajar kitab kuning, menurutnya selama sebulan para guru ngaji mendapatkan honor sebesar Rp 1juta.

"Bahkan kita memberikan honor kepada 600 guru ngaji yang mengajar kitab kuning dan pendalaman Al-Quran di sekolah umum, ini membuktikan bahwa tingkat keagamaan di Purwakarta meningkat," jelasnya.

Peningkatan kegiatan keagamaan di Purwakarta sendiri, mematahkan anggapan dari sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan ulama tentang kebijakan Dedi Mulyadi dalam memimpin Purwakarta.

Bahkan sebelumnya anggapan dari kelompok yang mengatasnamakan ulama tersebut sempat dibantah oleh MUI Purwakarta yang menyatakan bahwa kebijakan Dedi Mulyadi dalam memimpin Purwakarta tidak melenceng sama sekali.

"Selama ini tidak menyimpang baik dari aspek sisi pemerintahannya maupun sosok aspek Dedi Mulyadinya," ungkap Ketua MUI Purwakarta KH Jhon Dien. [nif]

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00