Kang Dedi
Kang Emil

Jokowi Curhat, Dua 'Aset Indonesia' Lepas ke Tangan Asing

Ragam  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 02:43:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

Jokowi Curhat, Dua 'Aset Indonesia' Lepas ke Tangan Asing
RMOLJabar. Presiden Joko Widodo mendapat komplain dari warganet karena tidak bisa menjaga aset Indonesia sehingga lepas ke tangan asing.

Aset yang dimaksudkan warganet, yakni pernikahan dua bintang cantik Indonesia Raisa Andriana dan Laudya Cynthia Bella yang jatuh ke pelukan pria Asing.

Pernikahan keduanya yang menyita perhatian masyarakat Indonesia ternyata sampai Jokowi. Hal itu diungkapkannya saat mengisi orasi ilmiah di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No 35, Bandung, Senin (11/9).

"Satu-dua hari yang lalu, saya dikomplain mengenai Raisa," ujar Jokowi diiringi gelak tawa ribuan civitas akademika yang hadir.

Raisa yang baru saja menikah dengan Hamish Daud, ternyata memiliki paspor Australia. Hal ini yang dianggap warganet sebagai hilangnya aset Indonesia ke tangan asing. Saat itu juga, di layar pun sempat diperlihatkan foto Jokowi yang menerima Raisa di Istana Kepresidenan.

"Pak Presiden, ini satu lagi aset Indonesia lepas ke tangan asing. Karena ternyata suaminya itu orang Australia," kata Jokowi yang kembali disambut tawa ribuan orang.

Tak berhenti sampai di situ, Jokowi kembali mendapat aduan dari warganet ketika 'aset Indonesia' kembali jatuh ke tangan Asing. Laudya Cynthia Bella beberapa hari lalu menikah dengan Engku Emran yang berkebangsaan Malaysia.

"Belum saya jawab (soal Raisa), sudah muncul lagi 'Pak ini satu lagi Pak aset Indonesia lari ke tangan asing' siapa lagi? 'Itu Pak Laudya Cynthia Bella dinikahi orang Malaysia'," cerita Jokowi.

Pada saat itu, Jokowi memang tengah menyampaikan materi sosial media. Kekuatan sosial media telah mempengaruhi perubahan komunikasi antar manusia. Bukan hanya persoalan politik, atau yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Tetapi, hal yang berkaitan dengan selebriti juga diadukan kepada Jokowi.

"Hal-hal seperti ini bisa disampaikan langsung ke Presiden, ke pemerintah. Bukan hanya urusan Freeport atau Newmont. Hal-hal personal saja bisa disampaikan pada kita," tandasnya. [bon]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00