Kang Dedi
Kang Emil

Mulyadi Bermanuver, Demiz : Saya Tak Yakin itu Instruksi Prabowo

Politik  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 14:03:00 WIB | LAPORAN: HERMAWAN

Mulyadi Bermanuver, Demiz : Saya Tak Yakin itu Instruksi Prabowo
RMOLJabar. Bakal calon gubernur Jawa Barat yang diusung Partai Gerindra, Deddy Mizwar mengaku kecewa dan mempertanyakan manuver dari Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi yang mencabut dukungan terhadap Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

"Saya belum tahu (statement Mulyadi, red) karena yang komitmen adalah Ketua Umum Partai Gerindra Pak Prabowo. Sekarang yang mengeluarkan statement itu bukan Ketua Umum Partai Gerindra, jadi tolong cek dan tanya ke yang bersangkutan saja (Mulyadi), maksudnya apa, jangan sampai terjadi miss perception," tegas Deddy kepada wartawan, Selasa (12/9).

Menurutnya statement Mulyadi kurang pantas diungkapkan apalagi kalau hal itu menyangkut statement dari Ahmad Syaikhu yang dinilai pesimis menghadapi pilgub jabar 2018.

"Ya naiflah, cek saja ke yang bersangkutan, apa maksudnya, karena yang komitment itu ketua umum bukan dia (Mulyadi)," katanya.

Diungkapkan Deddy, hingga saat ini dirinya memegang teguh komitment ketua umum partai Gerindra Prabowo yang akan mendukungnya pada pilgub jabar dan menjadi dewan penasehat Partai Gerindra Jawa Barat.

"Saya sangat percaya dengan Pak Prabowo, bagaimana sikap beliau sebagai seorang pejuang, sebagai militer dan komitment. Bisa ditanya ke Pak Prabowo, apakah betul itu instruksi dari ketua umum . Saya ga yakin, dan saya percaya karena beliau memiliki integritas yang tinggi," katanya.

Disinggung menengai komunikasi dengan Prabowo, pria yang kini menjabat wakil Gubernur Jawa Barat ini pun mengungkapkan pihaknya terus melakukan komunikasi termasuk melakukan pertemuan Ketua Umum Gerindra dan PKS.

"Selama belum ada pernyataan dari ketua umum saya kira saya masih berkeyakinan integritas Prabowo, janji seorang jenderal masih kita pegang," katanya.

Begitu juga saat disinggung untuk berganti pasangan, pria yang akrab disapa Demiz ini pun mengatakan pihaknya masih fleksibel.

"Jangankan untuk berganti pasangan, saya pun bisa ga jadi nyalon, atau sudah mendaftar di KPU meninggal besoknya, jadi enjoy aja. Kekuasaaan ini fatamorgana yang kita bicarakan, ini fatamorgana semua, kita asyik asyik saja, karena udah ada siapa gubernurnya tahun 2018, sebelum kita lahir sudah alloh tentukan. Saat ini kita hanya berupaya menggapainya dengan penuh keberkahan. Jadi upaya kita kalau baik andaikata tidak ditakdirkan maka upaya tadi dinilai sebagai pahala sebagai amal ibadah. Jangan mau rugi hidup, enjoy saja," tandasnya. [nif]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00