Kang Dedi
Kang Emil

PBNU Deklarasikan Gerakan Kesejahteraan Keluarga Tuna MCK

Ragam  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 16:15:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

PBNU Deklarasikan Gerakan Kesejahteraan Keluarga Tuna MCK
RMOLJabar. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendeklarasikan Gerakan Kesejahteraan untuk keluarga tuna sarana Mandi Cuci dan Kakus (MCK) di Provinsi Jawa Barat di Rumah Makan Sindang Reret Jalan Surapati Bandung, Selasa (12/9).

Ketua Lembaga Dakwah PBNU Maman Imanul Haq mengatakan, MCK merupakan sarana vital bagi kehidupan manusia, pemukiman harus bersih karena itu salahsatu landasannya sarana MCK harus dimiliki dengan standar kesehatan.

Karena kata dia, akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan, terutama dengan pembuangan tinja manusia. Korban paling berbahaya dari kotoran manusia dan limbah adalah anak-anak balita dan ibu rumah tangga.

"MCK menjadi bagian penting dari sanitasi, rumah tangga dengan sanitasi buruk akan memburuk keadaan. Tinja yanh terbuang sembarangan, baik di sungai, tanah, atau sarana MCK tetapi pembuangan akhirnya tidak dikontrol bisa berdamoak tersebarnya bakteri Escherichia Coli, yang bisa membawa penyakit diare, kemudian menimbulkan dehidrasi dan dampak luasnya adalah adalah anjlognya kekebalan tubuh seseorang sehingga mudah terserang penyakit," ungkap Imanul Haq kepada awak media saat deklarasi.

Imanul Haq yang juga merupakan Anggota Komisi VIII DPR-RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjelaskan, MCK dan sanitasi merupajan sarana vitak bagi kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, jika masalah sanitasi secara umum tidak tercapai, paling tidak dengan perbaikan-perbaikan MCK akan berdampak secara signifikan pada kesejahteraan keluarga, bahkan akan mempengaruhi pencapaina prestasi dalam hak indeks pembangunan manusia.

"Karena masalah MCK, termasuk sanitasi dan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Jawa Barat dianggap bukan masalaj yang mendasar bagi kesejahteraan. Titik tolak pembangunan hampir dominan terkonsentrasi pada urusan fisik yang besar, memang insfratuktur sangat penting tetapi jenis insfratuktur lublik tidak selalu berdampak konkret pada level keluarga," tandasnya. [nif]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00