Kang Dedi
Kang Emil

Eksistensi Dukun Beranak di Purwakarta

Ragam  RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 14:45:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Eksistensi Dukun Beranak di Purwakarta
RMOLJabar. Di tengah pelayanan kesehatan yang modern. Persalinan bayi menggunakan jasa paraji atau dukun beranak masih terjadi di sejumlah daerah di Kabupaten Purwakarta, meskipun jumlahnya menurun tiap tahun.

Data Dinas Kesehatan Purwakarta yang dirangkum Badan Pusat Statistik (BPS) Purwakarta 2016 menyebutkan, dari 19 ribuan persalinan menggunakan tenaga medis, 672 ibu hamil menggunakan jasa dukun beranak. Jumlahnya masih di bawah 10 persen.

Meski begitu, tren melahirkan bayi dengan dukun beranak setiap tahun di Purwakarta menurun. Dari 1300-an lebih ibu hamil melahirkan di dukun beranak pada 2014, kini berkurang menjadi 672 ibu hamil.

Berdasarkan data tersebut, daerah pelosok Purwakarta masih ditemukan ibu hamil melahirkan di dukun beranak. Seperti halnya Kecamatan Maniis di perbatasan Kabupaten Cianjur, pada 2016, 210 ibu hamil menggunakan jasa dukun beranak.

Kemudian Kecamatan Tegalwaru, tahun lalu 84 ibu hamil menggunakan jasa dukun beranak. Meski begitu, angka itu relatif kecil dibandingkan ibu hamil yang melakukan persalinan oleh tenaga medis.

Wakil Direktur RSUD Bayu Asih Deni Dermawan mengatakan Pemkab Purwakarta telah menerbitkan Perda Nomor 3 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Ibu, Bayi Lahir, Bayi dan Anak Balita (Kibbla).

"Paraji atau dukun beranak itu sifatnya pendamping tenaga medis seperti bidan. Berdasarkan Perda Kibbla tidak boleh mengurus persalinan, tapi sifatnya membantu," ujar Deni, belum lama ini.

Meski begitu, diakuinya di beberapa tempat di Purwakarta masih ada aktifitas dukun beranak atau paraji. Itupun, lebih banyak tenaga bidan yang berpraktek.

"Bidan di Purwakarta sekarang banyak kok. Jadi sebenarnya sudah bisa membantu persalinan ibu hamil," ujarnya.

Data 2016, jumlah bidan PNS dan pegawai tidak tetap di Purwakarta mencapai 333 orang. Belum lagi dengan bidan praktek swasta. Jumlah desa di Purwakarta sendiri mencapai 192 desa dan kelurahan.

"Jumlah bidan yang ada sekarang bisa membackup persalinan yang ada di seluruh desa di Purwakarta," tandasnya. [nif]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00