Kang Dedi
Kang Emil

Abon Tunjang Kehidupan Komariah

Ekbis  RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 15:59:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Abon Tunjang Kehidupan Komariah
RMOLJabar. Bermodalkan pelatihan pengolahan makanan berbahan dasar ikan dan uang Rp 250 ribu, seorang ibu rumah tangga di Desa Jatimekar Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, Komariah (46) mampu mengembangkan usaha abon ikan miliknya.

Usahanya ia mulai sejak lebih dari 10 tahun lalu. Tempat tinggalnya dekat dengan penampungan ikan Keramba Jaring Apung (KJA) Bendungan Ir. H Juanda atau akrab disebut Bendungan Jatiluhur, ia manfaatkan untuk mendapatkan ikan dari peternak.

"Disini bahan baku ikan banyak. Supaya lebih variatif,  tidak sekedar jadi pepes dan ikan goreng yang sudah banyak dijual, saya jadi kepikiran di buat abon," ujar Komariah, Rabu (13/9).

Apalagi saat itu, tidak banyak makanan olahan ikan dibuat abon. Kalaupun ada, sebatas abon daging sapi. "Dulu mah enggak ada abon ikan, kebetilan dulu ada pelatihan abon nila jadi saya ikuti," katanya.

Sedari awal ia mengolah ikan nila. Namun belakangan ikan nila yang dibutuhkan seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan abon nila. Belum lagi, harga nila kini melambung tinggi. Kini ia memilih untuk menggunakan ikan patin untuk di jadikan abon.

"Dari ikan nila atau ikan patin, hasil dan cara pengolahannya sama aja sih. Ikan nila sekarang mahal, bisa sampai Rp 25 ribu per , kalo dan ikan patin  Rp17 ribu. Makanya lebih beralih ke patin," katanya.

Menurutnya, abon ikan memiliki daya tahan  cukup lama dibanding olahan daging lainnya. Ia juga tidak menggunakan bahan pengawet. "Bisa bertahan hingga 6 bulan meskipun disimpan di luar juga, jadi enggak terlalu rugi kalau kadaluarsanya lama," ujar dia.

Tidak hanya mendapat keuntungan secara finansial, ibu yang telah memiliki tiga orang anak ini mendapatkan penghargaan sebagai pengusaha terbaik I Global Micro entrepreneurship Award 2005 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan badan PBB, UNDP untuk kategori pengusaha beraset di bawah Rp 5 juta.

"Dulu sempat dapat penghargaan, di tahun 2005.  Katanya karena dulu pembuatan abon ikan ini belum ada dan bisa memanfaatkan limbah tulang ikan jadi terigu, dari ikan itu semuanya terpakai, jadi mungkin karena itu (menang)," kata Komariah.

Dengan modal awal usaha yang hanya Rp 250 ribu, dan dengan bantuan dari berbagai pihak, ia mengaku telah mendapatkan keuntungan yang cukup dan setidaknya bisa menyekolahkan anak-anaknya.

"Jarang diitungin sih keuntungannya, pesat (penjualan) mah engga, tapi ya ada saja. Alhamdulillah, dijual juga menjadi oleh-oleh khas Purwakarta di Galeri Menong," pungkasnya. [nif]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00