Kang Dedi
Kang Emil

Ekonomi Syariah Jabar Peringkat Dua di Tingkat Nasional

kang Aher  KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 , 06:47:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

Ekonomi Syariah Jabar Peringkat Dua di Tingkat Nasional

Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2017

RMOLJabar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengklaim perkembangan ekonomi syariah Jabar berada di posisi dua dalam peringkat Nasional. Posisi tersebut hanya satu tingkat di bawah Provinsi DKI Jakarta.

Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) usai membuka secara resmi Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2017 Regional Jawa yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI).

"Cukup mengembirakan di Jawa Barat (perkembangan ekonomi syariah) nomor dua setelah DKI Jakarta, kalau ukurannya industri keuangan," ujar Aher di Bale Asri Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (13/9).

Dikatakannya, geliat ekonomi syariah yang tumbuh dan menonjol saat ini baru sebatas pada sistem keungannya. Namun, ekonomi syariah yang diterapkan harus sesuai dengan aturan hukum yang ada.

"Kan ekonomi syariah itu nilainya baik, sepanjang tidak ada pelanggaran syariah, sepanjang tidak ada pelanggaran norma-normanya. Semua perdagangan baik itu industri syariah, semuanya atau  harus sesuai semuanya dengan hukum atau norma yang ada. Nah mungkin yang menonjol itu di sistem keuangan," jelas Aher.

Aher melihat, perkembangan ekonomi syariah dengan yang paling menonjol dalam hal industri keuangan baru sebatas dalam konteks keuangannya saja.

"Tapi yang sering kali muncul dan kemudian terlihat lebih ada perbedaannya tapi dalam konteks inklusif di keuangan," bebernya.

Menurutnya, industri perbankan berbasis syariah di Jabar persentasenya sudah mencapai 10 persen baik berasal dari bank maupun bukan bank.

"Jadi kalau ada industri perbankan di Jawa Barat baik industri keuangan bank ataupun non bank maka 10 persennya syariah," ucapnya.

Orang nomor satu di Jabar ini berharap industri perbankan berbasis syariah bisa memberi lebih banyak manfaat bagi masyarkat.

"Mudah-mudahan size nya kedepan bisa lebih besar, yang penting dampaknya bermanfaat bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. adv/RMOLJabar

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00