Kang Dedi
Kang Emil

AS Tidak Bahagia Dengan Sanksi Terbaru Terhadap Korut

Politik  KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 , 09:01:00 WIB

AS Tidak Bahagia Dengan Sanksi Terbaru Terhadap Korut

Nikki Haley/Net

RMOLJabar. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menjatuhkan sanksi lanjutan untuk Korea Utara (Korut). Sekutu utama Amerika Serikat yang merasakan langsung ancaman nuklir Korut, Korea Selatan dan Jepang, menyambut baik sanksi yang diberikan.

Keputusan DK PBB yang dijatuhkan pada Senin (11/9) memberikan sanksi yang kesembilan dengan suara bulat. Diharapkan sanksi yang tersebut benar-benar memberikan efek jera kepada Korut dalam meningkatkan program yang membahayakan dunia.

"Kami tidak senang tentang peningkatan sanksi yang diberikan. Kami tidak mencari peperangan," ujar Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley.

"Jika setuju untuk menghentikan program nuklir, mereka dapat masa depannya kembali. Jika Korea Utara melanjutkan program berbahaya tersebut, maka kami juga melanjutkan tekanan lebih lanjut," kata Haley.

Para anggota PBBdalam sanksi yang diberikan sepakat untuk menghentikan impor tekstil Korut. Menurut Korsel, ekspor tersebut terbesar kedua setelah batubara dan mineral pada 2016 yang mencapai sekitar Rp 9 triliun.

"Resolusi ini juga mengakhiri rezim yang menghasilkan uang dari 93.000 masyarakat Korea Utara yang bekerja di luar negeri dengan pajak yang tinggi," tutur Haley.

DK PBBmendesak Korut secara serius menanggapi dan memperhatikan sanksi yang diberikan. Sanksi PBBjuga berencana untuk membekukan aset-aset Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un. ***

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00