Kang Dedi
Kang Emil

Warga Sekitar TPA Babakan Kecewa Program Gas Metan Mandeg

Pemerintahan  KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 , 10:34:00 WIB | LAPORAN: IMRON HIDAYAT

Warga Sekitar TPA Babakan Kecewa Program Gas Metan Mandeg

Warga Kecewa Program Gas Metan Mandeg

RMOLJabar. Program energi terbarukan dengan menggunakan gas metan kepada warga di lokasi bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Babakan yang terletak di desa Babakan Kecamatan Ciparay, tidak berjalan lancar.

Warga Kampung Kaleubuhan Bulan Desa Babakan RT 2 RW 5 Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, mengaku kecewa karena kompor gas metan yang dipasang dan didemontrasikan di hadapan Bupati Bandung Dadang M Naser, sejak saat itu tidak menyala.

Padahal peralatan dapur warga sudah dijadikan percontohan kompor gas metan pada saat peringatan hari Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Bandung 1 Agustus lalu.

Salah seorang warga, Ny Mimi (55) mengaku rumahnya dipasangi instalasi gas metan. Tapi sayangnya kompor gas tersebut hanya menyala sehari itu saja, yakni pada saat dilakukan demontrasi di hadapan Bupati Bandung Dadang M Naser dan para pejabat lainnya.

Setelah itu, untuk memasak sehari-hari ia pun kembali menggunakan kayu bakar. Karena memang gas metan yang disalurkan melalui pipa dari tumpukan sampah di bekas TPA Babakan ke rumahnya itu tak pernah bisa digunakan lagi.

"Yah, menyala saat hari itu saja, bisa dipakai tiga kali memasak. Setelah itu tidak menyala lagi. Padahal saya sudah beli kompornya Rp 60 ribu. Karena nyalanya cuma sehari itu saja, jadi mubadzir saya beli kompor gas juga karena saya balik lagi pakai kayu bakar," kata Mimi kepada wartawan, Kamis (14/9/17).

Menurut Mimi, ketika masalah itu ditanyakan kepada petugas yang menjaga bekas TPA Babakan, ternyata penyaluran gas metan ke rumah Mimi dan beberapa rumah yang dijadikan percontohan itu akan disalurkan kembali jika rumah lainnya di kampung itu telah dipasang instalasi yang sama.

Namun sayangnya, mereka juga tidak memberikan kepastian kapan pemasangan kepada rumah penduduk lainnya akan dilaksanakan.

"Saat saya tanya, yah jawabannya nunggu banyak yang pasang saja. Saya pikir nunggu banyak bagaimana dipasang juga tidak, sudah gitu saya percuma sudah beli kompor gas. Kalau dari awal tahu akan begini, saya enggak mau dijadikan percontohan," ujarnya. [bon]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00