Kang Dedi
Kang Emil

Purwakarta Gelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional

Pemerintahan  KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 , 12:17:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Purwakarta Gelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional

Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional

RMOLJabar. Kembali, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengingatkan pentingnya penguatan ekonomi dan budaya desa untuk menangkal radikalisme dan intoleransi.

Hal itu disampaikan dalam Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional dengan tema Peran strategis Organisasi Masyarakat dalam pencegahan Intoleransi dan Radikalisme guna memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Bale Mayar Datar, Kamis (14/9).

Kini, timbul kecemasan akibat munculnya faham dari luar negeri yang masuk ke negara kita akibat kurangnya kewaspadaan dan kurangnya pendekatan sosial yang berdampak kehilangan identitas sebagai warga negara.

"Untuk itu, kembali saya ingatkan pentingnya pendekatan organisasi kebudayaan dengan harapan dapat mengembangkan penggerak atau tokoh berpengaruh di desa agar gotong-royong berkembang dan dapat mempelopori pembangunan desa," ujarnya dihadapan jajaran Muspida, Tokoh Masyarakat dan Puluhan Perwakilan Ormas se-Purwakarta.

Menurutnya, penguatan kebudayaan sebagai ‘obat penangkal' dua paham yang hari ini menjadi musuh dunia internasional tersebut. Lagi-lagi, identitas budaya di pedesaan menurut dia menjadi kunci bagi terpeliharanya warga negara Indonesia dari paham itu.

"Kalau ingin Indonesia tidak subur teroris, maka jangan ubah kebudayaan Indonesia menjadi kebudayaan lain. Indonesia harus tetap menjadi Indonesia," paparnya.

Pemeliharaan budaya di pedesaan ini katanya harus dimulai dari pemeliharaan arsitektur dan tata ruang pedesaan yang harus selalu ramah lingkungan. Kondisi ini akan berakibat pada rasa betah para penghuninya sehingga tidak mencari suasana baru yang menurut mereka lebih nyaman.

Diketahui, dalam forum tersebut juga digelar Deklarasi Anti Intoleransi dan Radikalisme oleh sejumlah lapisan masyarakat Purwakarta. Serta diskusi dengan menghadirkan nara sumber diantaranya Guru Besar FHUI, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kementerian Koordinator Politik, Hukum, Keamanan Kemenko Polhukam), Ir. Arief P. Moekiyat, M.T dan Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH. [bon]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00