Kang Dedi
Kang Emil

Saatnya KPK Serius Garap Pencegahan

Pemerintahan  MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017 , 23:01:00 WIB

Saatnya KPK Serius Garap Pencegahan

Bambang Soesatyo/Net

RMOLJabar. Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah KPK yang semakin rajin melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Daerah yang melakukan korupsi.

Namun, dia berharap KPK tidak melulu terfokus pada penindakan. Sekarang, KPK perlu menggarap pencegahan yang lebih serius, agar kasus-kasus korupsi tidak terus berulang.

"Pemberantasan korupsi yang hanya terfokus pada penindakan tidak akan mereduksi praktik korupsi, baik sekarang dan maupun yang akan datang. Maka, sambil melanjutkan kegiatan penindakan yang berkualitas, KPK perlu memberi prioritas pada sistem pencegahan korupsi," saran politisi Golkar ini, Minggu (17/9).

Kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang, KPK tidak boleh bertindak seperti Polisi Lalulintas zaman dulu, yang bersembunyi di semak-semak dan di tikungan jalan untuk mendapat tangkapan pengendara yang melanggar aturan lalulintas. KPK harus tampil di depan, memberikan kiat yang baik, dan mencegah para pejabat melakukan penyimpangan.

Dengan wewenang yang begitu besar, sambungnya, KPK juga perlu memfokuskan diri pada kasus-kasus besar yang belum terselesaikan. Untuk kasus kecil, biarkan Kepolisian dan Kejaksaan yang menangani. Jika Kepolisian dan Kejaksaan tidak mampu, baru KPK melakukan supervisi.

"Sudah saatnya KPK melakukan langkah-langkah besar dengan menangani pekerjaan atau kasus-kasus korupsi besar yang tidak bisa diselesaikan atau dipecahkan di Kepolisian maupun di Kejaksaan. Kalau hanya OTT, ibarat menembak nyamuk pakai meriam," imbuhnya.

Bambang tidak memungkiri, KPK juga banyak melakukan OTT yang cukup fenomenal. Di antaranya Akil Mochtar yang disergap saat masih menjabat ketua Mahkamah Konstitusi. Ada pula sosok Patrialis Akbar yang disergap saat masih menjabat Hakim Konstitusi. Lalu, ada sosok Irman Gusman yang disergap saat masih menjabat ketua DPD. Belum lagi penyergapan terhadap oknum hakim, oknum Jaksa, dan penegak hukum lainnya, termasuk oknum pejabat di Mahkamah Agung (MA).

"Bagi masyarakat pada umumnya, target-target besar yang berhasil dijaring itu menjadi bukti bahwa KPK tidak pandang bulu. Secara psikologis, kinerja KPK itu mestinya membuat siapa pun takut atau jera. Sayang, nyatanya, efek jera tidak pernah muncul. Sebaliknya, oknum pemerintah dan oknum anggota parlemen terus bertambah," ucapnya.
 
Tidak adanya efek jera itu, tambah Bamsoet, tampak sangat jelas dari rentetan OTT KPK dalam beberapa pekan belakangan ini. Mulai dari Walikota Tegal, Bupati Batubara, dan teranyar Walikota Batu. Dalam waktu dekat, terbuka kemungkinan bakal ada lagi oknum pemerintah yang terjaring OTT KPK.
 
"Efek jera sangat minim karena peluang melakukan korupsi masih sangat terbuka. Peluang melakukan korupsi mestinya bisa diminimalisir jika ada sistem pencegahan yang efektif," tandasnya. [jar/rmol.co]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00