Kang Dedi
Kang Emil

Perekrutan Panwas Kecamatan Momentum Konsolidasi Demokrasi

Sudut Pandang  MINGGU, 24 SEPTEMBER 2017 , 16:45:00 WIB

Perekrutan Panwas Kecamatan Momentum Konsolidasi Demokrasi

ist

RMOLJabar. Dalam sistem demokrasi elektoral ada komponen penting yang tidak terpisahkan, yakni Peserta Pemilu (Partai Politik/Pasangan Calon), Penyelenggaran Pemilu dan Masyarakat.

Ketiga komponen itu memiliki peranan dalam terselenggaranya demokrasi di setiap momentum pemilu dan Pilkada.

Rencana pengrekutan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan dapat dijadikan konsolidasi demokrasi untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

Hal ini dikarenakan persoalan demokrasi bukan hanya memilih pasangan calon akan tetapi melakukan pengawalan terhadap proses dan hasil dari demokrasi tersebut sehingga program dan visi misi pasangan calon dapat dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat,

"Persoalan lain yang harus di perhatikan adalah terkait proses penyusunan daftar pemilih yang masih banyak mengalami kendala seperti daftar pemilih ganda, pemilih yang sudah meninggal tapi masih terdaftar, bahkan pemilih yang menjadi TKI di luar negeri juga diikutsertakan. Permasalahan ini harus dijadikan referensi dalam pelaksanaan penyelenggaran pilkada tahun 2018," kata Kepala Departement Litbang Lingkar Kajian Komunikasi Poltik LKKP, Dede Irawan, Minggu(24/9).

Ia menambahkan, persoalan lainnya adalah terkait partisipasi pemilih yang masih rendah. Pada pelaksanaan Pilkada Jabar tahun 2013, imbuhnya, angka golput masih sangat tinggi sekitar 36,3 % dari 32.536.980 pemilih.

Selain melakukan pengawasan, Panwaslu diharapkan dapat melakukan advokasi kepada masyarakat tentang pentingnya keikutsertaan dalam proses pemilu sehingga dapat menekan angka golput.

"Untuk mensiasati hal tersebut setidaknya Panwaslu dapat bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil, pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat menbangunan pengawasan partisipatif sebagai upaya untuk mengurangi buying voter yang berpotensi mepengaruhi konsolidasi demokrasi lokal," katanya.

Pola lain yang dapat dilakukan untuk mensukseskan demokrasi lokal, tambahnya, adalah dengan menjalin kerja sama dengan para tokoh agama serta memanfaatkan rumah ibadah sebagai sarana informasi dan komunikasi untuk memastikan masyarakat apakah sudah terdafatar atau belum dalam Daftar Pemilih Tetap atau DPT.

"Di era milenial saat ini sebenarnya sangat mudah bagi Panwaslu serta jajaranya untuk menjalankan tugas pengawasan ataupun melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Manfaatkan jaringan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan Vlog sehingga diharapkan partisipasi pemilih pemula juga dapat meningkat serta sebagai upaya untuk mensukseskan konsolidasi demokrasi," tandasnya. [nif]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00