Kang Dedi
Kang Emil

Bila Panglima TNI Dicopot, Ketegangan Politik Semakin Tinggi

Pemerintahan  MINGGU, 24 SEPTEMBER 2017 , 21:15:00 WIB

Bila Panglima TNI Dicopot, Ketegangan Politik Semakin Tinggi

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

RMOLJabar. Pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tentang isu pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi non militer dianggap wajar, mengingat tugas TNI adalah menjaga pertahanan negara.

Meski pernyataan Gatot diluruskan oleh Menko Polhukam Jenderal (Purn) TNI Wiranto yang memastikan tidak ada pembelian senjata dari luar negeri sebanyak 5.000 pucuk.

Menanggapi hal tersebut, banyak pihak meyakini bahwa posisi Gatot tidaklah blunder. Sebab, hanya menjalankan tugasnya sebagai panglima TNI.

"Kalau nasib Gatot tetap aman karena Gatot sebagai panglima TNI sedang menjalankan tugasnya," kata pemerhati politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Mirza Harera saat dihubungi, Minggu (24/9).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo hanya perlu mengevaluasi pernyataan Gatot yang disampaikan kepada publik soal pembelian senjata tersebut. Jokowi tidak perlu sampai mencopot Gatot dari posisinya sebagai panglima TNI. Mirza menengarai jika Jokowi sampai mencopot Gatot justru akan membuat panas perpolitikan nasional.

"Jika karena masalah ini Gatot dicopot oleh presiden, eskalasi ketegangan politik akan semakin menjadi tinggi," bebernya.

Dalam acara silaturahmi bersama Purnawirawan TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat lalu (22/9), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan adanya institusi yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia.

"Tapi datanya pasti kami akurat, ada kelompok institusi yang akan membeli lima ribu pucuk senjata. Bukan militer, ada itu," bebernya.

Menurut Gatot, institusi dimaksud mencatut nama Presiden Joko Widodo.

"Memakai nama presiden, seolah-olah itu dari presiden yang berbuat, padahal saya yakin itu bukan presiden. Informasi yang saya dapat kalau tidak A1 saya tidak akan sampaikan di sini," jelasnya.

Gatot memastikan bahwa pihaknya akan terus mengawasi institusi yang memesan 5.000 senjata tersebut. [jar/rmol.co]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00