Kang Dedi
Kang Emil

Pembahasan APBD Bandung Barat Digelar Maraton

Pemerintahan  SELASA, 26 SEPTEMBER 2017 , 11:32:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Pembahasan APBD Bandung Barat Digelar Maraton
RMOLJabar. Pada pekan terakhir September 2017, DPRD dan Pemkab Bandung Barat baru mau melakukan pembahasan terhadap perubahan APBD KBB 2017. Dengan waktu tersisa tiga bulan lagi sebelum tutup tahun, maka penyerapan anggaran maupun pelaksanaan kegiatan terancam tak maksimal.

Bupati Bandung Barat Abubakar mengatakan bahwa pembahasan perubahan APBD akan dilakukan secara maraton antara dewan dengan satuan kerja terkait di Pemkab Bandung Barat. Mengingat waktu yang ada cukup mepet, dia berharap bahwa peraturan daerah terkait dengan perubahan APBD bisa disahkan selambat-lambatnya awal Oktober.

"Kami bersepakat dengan dewan, pembahasan untuk perubahan ini dilakukan maraton. Mudah-mudahan tidak melampaui September. Jadi, paling tidak, pada awal Oktober kami sudah ketok palu buat perubahan APBD. Selanjutnya kami akan mengejar target pembahasan untuk APBD murni 2018," kata Abubakar, seusai sidang paripurna di Lembang, Selasa (26/9/2017).

Walaupun dikejar oleh waktu, Abubakar enggan disebutkan bahwa perubahan APBD KBB 2017 mengalami keterlambatan. Menurut dia, pembahasan yang selanjutnya diikuti penetapan akan perubahan APBD sudah tepat waktu. Penyerapan anggaran pun dia yakini tetap akan optimal.

"Karena ini perubahan, ya tinggal penyempurnaannya sih," ujarnya.

Sampai saat ini, menurut dia, penyerapan anggaran sudah sekitar 65%. Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus yang dinilai sangat ketat dalam penyerapannya, juga sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Setiap bulan, kata Abubakar, laporan terkait penyerapan DAU dan DAK selalu mengalami perkembangan.

"Kami juga tidak ingin terlambat, sehingga belanja kegiatan dari DAU dan DAK ini dari sisi tendernya lebih dahulu. Bahkan, persentase kegiatan fisiknya juga sudah cukup baik. Nanti, mudah-mudahan penyerapannya tidak seperti biasa di akhir tahun. Ya, sekitar Oktober-November lah bisa diselesaikan. Dengan demikian, apa yang kami khawatirkan terkena pinalti dengan keterlambatan belanja ini, buat 2017 bisa kami minimalisir," tukasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah KBB Asep Sodikin menuturkan, perubahan APBD KBB 2017 diproyeksikan mengalami kenaikan sekitar 11,5%, dari Rp 2,5 triliun menjadi Rp 2,78 triliun. Khusus untuk pajak daerah, di perubahan APBD akan ditargetkan bertambah lebih dari Rp 15 miliar.

"Kenaikan anggarannya itu ada, karena memang parsial. Bukan hanya dari pendapatan asli daerah. Jadi, kami kan mendapat bantuan dari pemerintah provinsi. Nah, secara normatif anggarannya itu masuk di perubahan. Kalau kenaikan belanja terbesar, posnya ada di sektor pendidikan, buat Bantuan Operasional Sekolah. BOS itu sendiri sekitar Rp 160 miliar," katanya. [jar]


Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Prabowo Dinasihatin Agung Laksono

Prabowo Dinasihatin Agung Laksono

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 15:45:00

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 16:31:00

Panglima TNI Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila