Kang Dedi
Kang Emil

Pengamat, Dedi Mulyadi Bisa Jadi Pendulang Suara PDIP

kang Dedi  KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 , 13:40:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Pengamat, Dedi Mulyadi Bisa Jadi Pendulang Suara PDIP
RMOLJabar. Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Firman Manan menilai Dedi Mulyadi bisa menjadi pendulang suara PDI Perjuangan di Jabar baik untuk Pilpres 2019 maupun Pilgub Jabar 2018.

"Daripada usung calon sendiri yang belum matang, lebih baik usung sosok dengan survey popularitas dan elektabilitasnya sudah baik. Saat ini kan ada tiga sosok, Deddy Mizwar, Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi. Deddy Mizwar sudah berafiliasi dengan Gerindra, Ridwan Kamil sudah dengan poros Nasdem dan PKB. Tinggal Dedi Mulyadi yang punya potensi," ujar Firman melalui ponselnya, Kamis (28/9).

Apalagi, jejak pilkada PDIP di Jabar kerap buruk seperti di Pilgub Jabar 2008 hingga 2013. Bahkan, pada Pilpres 2014 pun PDIP selalu gagal meraih hasil terbaik. Sehingga, PDIP perlu bertempur sekuat tenaga untuk memenangkan suara setelah sebelumnya kalah di Pilgub Banten dan DKI Jakarta.

"Di Pilgub Jabar 2018 sangat penting bagi PDIP karena akan berkorelasi dengan Pilpres 2019. PDIP perlu sosok figur yang bisa meningkatkan raihan suara.  Karena Dedi Mulyadi figur potensial (untuk dulang suara PDIP), saya rasa dia berpeluang untuk diusung PDIP jika Golkar mengusung calon lain selain Dedi Mulyadi," ujarnya.

Artinya, kata Firman, nasib Dedi Mulyadi belum tamat jika Golkar mengusung Ridwan Kamil atau sosok lainnya. Malah, menurutnya itu bakal mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Bupati Purwakarta itu.

"Dedi Mulyadi belum tamat meski Golkar ke yang lain. Karena saya lihat, dengan tingkat popularitas dan elektabilitas serta kemampuan komunikasi politik nya, Dedi kemungkinan diusung PDIP apalagi keduanya sudah berkomunikasi intensif dan PDIP belum punya figur potensial," ujarnya.

Nasib Dedi juga belum tamat meski tidak diusung PDIP. Poros lain di luar PDIP, Nasdem, Golkar dan PKB, Dedi juga bisa diusung poros lain seperti Demokrat. Atau bahkan Partai Gerindra.

‎"Bisa ke Gerindra meski berat. Tapi bisa ke poros alternatif yang diusung Partai Demokrat. Tapi kan komunikasi yang lebih intensif dengan PDIP, apalagi PDIP bisa ngusung calon gubernur dan wakil nya karena sudah memenuhi kuota 20 kursi," tandasnya. [nif]




Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Kawasan Industri Malaysia Dikuasai China

Kawasan Industri Malaysia Dikuasai China

SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 13:00:00

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 15:45:00

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 16:31:00

Panglima TNI Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila