Kang Dedi
Kang Emil

Bangladesh Hancurkan Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya

Peristiwa  JUM'AT, 06 OKTOBER 2017 , 05:04:00 WIB

Bangladesh Hancurkan Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya
RMOLJabar. Pihak berwenang Bangladesh menghancurkan sekitar 20 kapal pengangkut pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar.

Otoritas setempat menuduh penyelundup memanfaatkan arus besar pengungsi untuk membawa methamphetamine masuk ke negara itu.

Para pengungsi mengatakan bahwa penjaga perbatasan juga memukul dan menangkap penumpang serta awak kapal ketika mereka berlabuh di Shah Porir Dwip, ujung selatan Bangladesh pada Selasa, sebelum akhirnya menghancurkan kapal-kapal tersebut.

Komandan Pasukan Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) Letnan Kolonel Ariful Islam membantah ada peristiwa pemukulan, dan mengatakan hal tersebut dilakukan sebagai tindakan keras terhadap perdagangan manusia dan penyelundupan methamphetamine, obat yang dikenal warga setempat sebagai ya ba.

"Kapal mencoba mengangkut penumpang tanpa izin," katanya, seperti dikutip Antara (Jumat, 6/10).

Dia menuduh penyelenggara perjalanan kapal memanfaatkan warga Rohingya yang malang dengan meminta sejumlah uang untuk mengirim mereka melakukan perjalanan singkat menuju Bangladesh. Beberapa penumpang mengatakan bahwa mereka telah membayar 10.000 Taka Bangladesh (sekitar Rp 1,6 juta) masing-masing untuk perjalanan tersebut, meski ada beberapa yang mengatakan bahwa dia menumpang tanpa dipungut biaya.

Lebih dari setengah juta warga Muslim Rohingya tiba di Bangladesh dari Myanmar, yang penduduknya kebanyakan beragama Buddha, sejak militer melancarkan aksi balasan menanggapi serangan gerilyawan pada 25 Agustus, sebuah aksi balasan yang digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai upaya pembersihan suku.

Sementara, empat penumpang lainnya mengatakan bahwa mereka tidak melihat adanya obat terlarang yang diangkut di kapal tersebut. Namun Letnan Kolonel Ariful Islam mengatakan bahwa pasukan penjaga perbatasan telah menemukan obat terlarang dengan jumlah besar di perairan sekitar kapal pada Selasa lalu (3/10). [gun/rmol]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00