KPK Tak Ambil Pusing Ancaman Kubu Setya Novanto

Politik  SABTU, 07 OKTOBER 2017 , 05:13:00 WIB

KPK Tak Ambil Pusing Ancaman Kubu Setya Novanto

Setya Novanto/Net

RMOLJabar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ambil pusing ancaman kubu Setya Novanto. Lembaga antirasuah tetap melanjutkan penanganan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP, meski terancam dipolisikan kalau menerbitkan sprindik baru untuk Ketua DPR RI itu.

"Silakan saja pihak-pihak lain  berkomentar atau melakukan tindakan-tindakan, yang pasti KPK akan melakukan upaya dan tindakan dalam penuntasan kasus KTP elektronik ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (6/10).

Meski begitu, Febri belum bisa memastikan apakah pimpinan akan mengeluarkan sprindik baru untuk Novanto. Saat ini, mereka masih mencermati hasil putusan hakim di praperadilan sebelum nantinya memutuskan langkah hukum ke depan.

"Kita belum bicara soal langkah apa di ujungnya. Namun yang pasti saat ini kita sedang serius mencermati faktor-faktor persidangan praperadilan itu dan melihat bagaimana tindakan yang tepat dan sesuai hukum yang bisa dilakukan dalam kasus KTP elektronik," jelas Febri.

Kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunandi sempat mengingatkan KPK patuh dan menghormati putusan hakim saat di praperadilan. KPK bisa dilaporkan ke kepolisian karena dianggap telah melanggar pasal 216 KUHAP.

"Pasal 216 itu sudah sangat jelas barang siapa yang tidak menuruti perintah atau peraturan menurut Undang-Undang, jelas ya Putusan pengadilan itu perintah Undang-Undang. Hakim menjatuhkan putusan itu berdasarkan atas nama Undang-Undang bukan atas nama pribadinya," kata dia dalam suatu kesempatan. [jar/rmol.co]


Komentar Pembaca
Bahas Penantang Terkuat Jokowi

Bahas Penantang Terkuat Jokowi

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 05:47:00

Resmikan Sekber Pilpres

Resmikan Sekber Pilpres

SABTU, 28 APRIL 2018 , 03:29:00

Satgas XXXV-D Resmi Diberangkatkan Ke Sudan

Satgas XXXV-D Resmi Diberangkatkan Ke Sudan

SELASA, 24 APRIL 2018 , 11:49:00