Kang Dedi
Kang Emil

Pemkab Purwakarta Dorong Petani Lakukan Diversifikasi Usaha

Ekbis  SABTU, 07 OKTOBER 2017 , 12:47:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Pemkab Purwakarta Dorong Petani Lakukan Diversifikasi Usaha
RMOLJabar. Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta dorong petani lakukan diversifikasi usaha. Instansi ini menyediakan 540 hektare lahan untuk ditanami kacang kedelai. Lahan tersebut, sebelumnya secara serentak telah ditanami komoditi kedelai.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan, mengatakan, tanam kedelai ini merupakan program nasional. Tujuannya, untuk mewujudkan swasembada pangan. Mengingat, sampai saat ini Indonesia masih ketergantungan terhadap impor kedelai.

"Tujuan lainnya, yaitu untuk membuat diversifikasi usaha petani. Jadi, petani tak melulu mengandalkan usaha dari padi," ujar Agus, kepada awak media, Jumat (6/10).

Karena itu, pihaknya menggandeng Perhutani untuk menyediakan lahan bagi para petani. Maka di Purwakarta, tersedia lahan seluas 540 hektare. Lahan tersebut, khusus ditanami kedelai.

Masing-masing petani, menggarap lahan minimalnya satu hektare. Selain itu, untuk merangsang minat mereka tanam kedelai, pada tahap awal ini segala sesuatunya disediakan. Seperti, benih, pupuk dan pestisidanya sudah disiapkan pemerintah. Khusus untuk benih, menggunakan bibit super dengan kapasitas 50 kilogram per hektare.

Agus menyebutkan, dari 17 kecamatan yang ada, Cibatu dan Kiarapedes menjadi salah satu wilayah yang ditunjuk sebagai area perkebunan kedelai. Dengan begitu, lahan kedelai ini tak mengganggu areal persawahan yang ditanami padi.

"Jadi, kedepan petani di kita akan punya dua keuntungan. Yaitu, dari penjualan padi dan kedelai," ujarnya.

Apalagi, kedelai yang ditanam saat ini akan diprioritaskan untuk panen tua. Saat ini, harga kedelai di pasaran mencapai Rp 8.500 per kilogram. Dengan begitu, diharapkan nanti ada penambahan hasil usaha untuk para petani ini.

"Targetnya, untuk satu hektare lahan bisa menghasilkan 1,5 ton kedelai," ujarnya.

Sementara itu, Aceng Ruslan (53 tahun) petani asal Desa Mekarjaya, Kecamatan Kiarapedes, mengatakan, tanam kedelai merupakan pengalaman pertamanya. Akan tetapi, karena didorong oleh pemerintah, maka petani di desa ini semangat menanam komoditi tersebut. "Di desa kami, luasan lahan untuk kedelai mencapai dua hektare," ujarnya.[gun]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00