Kang Dedi
Kang Emil

Banjir Informasi, Warganet Butuh Pedoman Bermuamalah di Media Sosial

Pemerintahan  SABTU, 07 OKTOBER 2017 , 14:18:00 WIB

Banjir Informasi, Warganet Butuh Pedoman Bermuamalah di Media Sosial

Forum Dialog dan Literasi Media, "Jaga Jagad Media, Rukun di Media Sosial"

RMOLJabar. Media Sosial (Medsos) sudah menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat di generasi milenial saat ini, maka dari itu perlunya ada suatu penyaring terhadap informasi-informasi yang bertebaran di dunia maya tersebut.

Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Bidang Komunikasi dan Media Massa, Gun Gun Siswadi, menyampaikan bahwa kondisi Indonesia saat ini sedang dalam keadaan banjir informasi (overload). Ada informasi yang benar dan valid, tapi kebanyakan informasi yang terus bermunculan itu adalah hoax. Hal ini ia sampaikan sebagai pemateri dalam acara Forum Dialog dan Literasi Media, di Hotel Holiday Inn, Jalan Dr. Junjunan, Pasteur, Sabtu (7/10).

Dalam acara yang diselenggarakan Kemenkominfo bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat ini bertajuk "Jaga Jagad Media, Rukun di Media Sosial," Gun Gun menyampaikan perlunya peran masyarakat agar ikut andil mensosialisasikan peraturan dalam berselancar di media sosial.

Di antara aturan tersebut ada Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informatika dan Transaksi Elektronik yang kini telah direvisi menjadi Undang-undang Nomor 19 tahun 2016, juga yang belum lama ini dirilis MUI terkait Fatwa tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial.

"Baiknya klarifikasi dulu berita-berita yang ada, agar dapat disampaikan secara lebih komprehensif. Dibutuhkan sekali peran masyarakat, untuk tabayyun, harus cek and recek. Sehingga jadinya bukan mengikuti tapi mengendalikan informasi tersebut." Ungkap Gun Gun saat memaparkan materi di salah satu rangkaian acara ini.

Di sesi yang sama, salah satu pengurus MUI Jabar yang mengurusi masalah turunnya fatwa, Aminudin Yakub menyatakan, bermuamalah tidak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya harus dapat memperhatikan hal-hal seperti ghibah, fitnah, hoax, ujaran kebencian dan lain-lain seperti yang tercantum dalam poin-poin yang diharamkan bagi setiap muslim saat bermuamalah melalui media sosial, termasuk kepada umat non-muslim.

"Termasuk terhadap umat non muslim karena mereka sebagian dari saudara kita, yang berarti menyakiti mereka sama saja dengan menyakiti saudara kita yang satu agama. Mereka dikategorikan sebagai dzimmi, selama masih mau hidup berdampingan dengan kita." Ungkapnya sambil mengutip sebuah hadis. [bon]

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Prabowo Dinasihatin Agung Laksono

Prabowo Dinasihatin Agung Laksono

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 15:45:00

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 16:31:00

Panglima TNI Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila