Kang Dedi
Kang Emil

BNPB Terbangkan Drone Pantau Kawah Gunung Agung

Peristiwa  KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 02:36:00 WIB

BNPB Terbangkan Drone Pantau Kawah Gunung Agung

Net

RMOLJabar. Aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi dengan status Awas level 4 sejak 22 September lalu. Dorongan magma ke permukaan masih berlangsung sehingga muncul rekahan di kawah yang mengeluarkan asap putih bertekanan rendah dengan tinggi 50-200 meter.

Untuk melakukan pemantauan puncak kawah dan lingkungan sekitar Gunung Agung, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menerbangkan drone atau pesawat tanpa awak.

"Kita harus kerahkan drone yang memiliki spesifikasi khusus terbang tinggi yang mampu mendokumentasikan semua fenomena di kawah. Tanpa drone kita tidak tahu apa yang terjadi. Citra satelit tidak dapat setiap saat memantau perkembangan kawah. Oleh karena itu, drone menjadi pilihan yang terbaik. Aman, efektif dan update," jelas Kepala BNPB Willem Rampangilei kepada wartawan, Rabu (11/10).

BNPB mengerahkan lima unit drone dengan spesifikasi berbeda. Tiga unit drone fixed wing yaitu Koax 3:0, Tawon 1.8 dan Mavic, sedangkan dua unit drone jenis rotary wing adalah multi rotor M600 dan Dji Phantom.

Mengingat tinggi Gunung Agung sekitar 10.400 kaki maka diperlukan drone yang memiliki kemampuan terbang tinggi. Rata-rata drone didesain terbang pada ketinggian 7.000 kaki sehingga saat diperlukan untuk terbang tinggi tidak banyak yang tersedia. Drone Koax 3:0 dan Tawon 1.8 memiliki kemampuan terbang hingga 13.000 kaki dengan menggunakan bahan bakar ethanol.

Drone rotary wing mampu terbang ketinggian 500 meter untuk memetakan permukiman dan alur-alur sungai. Untuk mendukung semua itu digunakan Ground Control Station yang mobile.

Flight plan dan uji coba terbang telah dilakukan hari ini dari landasan pacu di Kubu. Terbang memutari Gunung Agung sampai ketinggian 11.500 kaki telah dilakukan menggunakan drone jenis Tawon 1.8. Namun saat drone terbang di ketinggian 6.000 kaki, kamera mengalami masalah.

"Pesawat normal dan mampu terbang tetapi adanya risiko blind flight di gunung maka penerbangan tidak dilanjutkan. Rencana misi penerbangan akan dilakukan besok Kamis pagi dari Kubu," kata Willem.

Penggunaan drone untuk penanggulangan bencana bukan hal yang baru. Untuk kebutuhan kaji cepat yang efektif, drone sangat bermanfaat. Keluwesan terbang drone baik vertikal maupun horizontal dalam jangkauan tertentu. Serta kemampuan mengambil gambar dari ketinggian tertentu drone telah menawarkan gambar atau landscape berbeda dalam melihat peristiwa bencana.

Beberapa kali BNPB bersama Lapan, BIG, BPPT, TNI, Basarnas, BPBD dan relawan menerbangkan drone untuk penanganan bencana seperti dalam penanganan letusan Gunung Sinabung, Gunung Kelud, banjir Jakarta, longsor Ponorogo, longsor Banjarnegara dan lainnya. [jar/rmol.co]

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Prabowo Dinasihatin Agung Laksono

Prabowo Dinasihatin Agung Laksono

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 15:45:00

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

Panglima TNI Hadiri Parade 50 Tahun ASEAN

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 16:31:00

Panglima TNI Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila