Kang Dedi
Kang Emil

Kepala BKP: Kebijakan Pangan Untuk Sejahterakan Petani

Ekbis  KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 22:45:00 WIB

Kepala BKP: Kebijakan Pangan Untuk Sejahterakan Petani

net

RMOLJabar.  Terwujudnya ketahanan pangan berlandaskan kedaulatan dan kemandirian pangan merupakan visi dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian yang harus diwujudkan.

Demikian dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Agung Hendriadi, pada 1st International Conference on Applied Science for Energy and Food Sovereignty di IPB ICC Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/10)

"Peningkatan kedaulatan pangan merupakan salah satu poin dari agenda ke-7 Nawa Cita Pemerintahan Jokowi-JK," ungkap Agung.

Karena itu, pembangunan ketahanan pangan dan pengaturan kebijakan pangan yang dikeluarkan pemerintah, selain bertujuan untuk mensejahterakan petani, juga untuk mewujudkan kedaulatan pangan..

Dalam acara yang dihadiri para wakil dari 40 Perguruan Tinggi se Indonesia itu, Agung Hendriadi menjelaskan berbagai tujuan pembangunan pertanian seperti : upaya meningkatkan ketersediaan dan diversifikasi pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, meningkatkan ketersediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi dan meningkatkan pendapatan dan kesehteraan petani.

"Semua pembangunan pertanian yang dilakukan tidak hanya untuk mencukupi ketersediaan pangan di dalam negeri, tetapi juga bagaimana kita tingkatkan kesejahteraan petani," jelas Agung.

Strategi Kementan untuk mencapai pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional adalah melalui berbagai terobosan, misalnya pengadaan alat dan mesin pertanian sebanyak 180 ribu unit, rehabilitasi jaringan irigasi seluas 3,05 juta ha, peningkatan indeks pertanaman, dan asuransi pertanian (675 ribu ha).

Terobosan lainnya adalah pembangunan lumbung pangan perbatasan, integrasi jagung dan sawit, peningkatan produksi daging melalui SIWAB (semua indukan wajib bunting), pembangunan 3.771 unit embung/long storage/dam parit, pengadaan benih ungul untuk padi, jagung, kedelai, cabai, bawang, pengendalian impor pangan strategis dan stabilitasi harga pangan melalui TTI (Toko Tani Indonesia).

Melalui berbagai terobosan tersebut, lanjut dia, pembangunan pertanian dan ketahanan pangan sudah memberi hasil positif sehingga sangat penting sebagai modal dasar untuk mencapai Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia tahun 2045.

"Untuk itu, saya mengajak para mahasiswa dan generasi muda untuk mau menekuni dan terjun di bidang pertanian. Jadilah petani yang keren dan kaya melalui pertanian modern," ucap Agung memotivasi para mahasiswa. [rmol.co]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00