Kang Dedi
Kang Emil

Kepemimpinan Ajay-Ngatiyana Diragukan Masyarakat

Politik  MINGGU, 22 OKTOBER 2017 , 19:32:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Kepemimpinan Ajay-Ngatiyana Diragukan Masyarakat

Ajay-Ngatiyana

RMOLJabar. Kepemimpinan Ajay M. Priatna-Ngatiyana sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Periode 2017-2022 diragukan masyarakat. Sebagian masyarakat menilai keduanya tak akan menepati janji saat kampanye.

Indra Purnama (26), salah satu warga di Leuwigajah, Cimahi Selatan, Kota Cimahi mengatakan, secara pribadi ia tak percaya jika janji-janji kampanye saat Pilkada 2017 akan ditunaikan oleh Ajay-Ngatiyana.

"Sulit terealisasi kalau menurut saya mah. Kalau saat kampanye kan cuma obral janji aja," ujarnya, Minggu (22/10).

Ahmad (40) salah satu tukang ojek pangkalan di Cimahi berharap, apa yang kerap dijanjikan keduanya saat kampanye lalu bukan hanya sekedar omong kosong.

"Harapannya janji-janji itu direalisasikan, jangan ngomong doang pas kampanye," katanya.

Hal senada diucapkan Miftahul Arifin (24), salah seorang penjual sate di Cimahi mengaku terpaksa mencoblos Ajay-Ngatiyana lantaran Atty tersangkut korupsi dan berharap Kota Cimahi lebih baik.

"Iya sebagai yang mencoblos, iya inginnya janji itu diwujudkan. Jangan bikin kecewa warga Cimahi," katanya.

Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Arlan Sidha, berharap, Walikota Cimahi Ajay M Priatna dan Wakil Walikota Ngatiyana, berani melakukan terobosan baru terkait pembangunan dan infrastruktur.

"Pak Ajay saya harap tidak terlalu gaduh dalam membuat kebijakan tapi, berani melakukan terobosan dalam konteks pembangunan," ujar Arlan saat ditemui usai Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota di Pendopo DPRD Jalan Djuaeha Karmita, Minggu (22/10).

Terkait tata ruang, lanjut Arlan, janji Ajay menuntaskan banjir Melong perlu dibuktikan kepada masyarakat. Terlebih, jika dilihat dari tata ruang, wilayah kelurahan Melong, kata dia, merupakan daerah Cimahi Selatan yang penduduknya super padat.

"Jadi pengaturan perairannya akan cukup menjadikan sebuah pekerjaan yang tidak mudah bagi pemerintah. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang berat," ujar dia.

Selain itu, tambah Arlan, tuntutan penambahan ruang terbuka hijau pun harus dipenuhi. Terutama yang arus diperhatikan diperhatikan ketika berani mengambil kebijakan tidak populis diantaranya, harus tegas menghentikan pembangunan perumahan di Kawasan Bandung Utara (KBU).

"Yang jadi persoalan ruang terbuka di utara adalah izin pembangunan yang terus diberikan. Untuk itu, wilayah Cimahi Tengah dan Cimahi Selatan perlu dicari kebijakan juga agar menambah ruang terbuka," tuturnya.

Sementara itu, permasalahan lainnya yang seakan-akan selalu menghantui masyarakat terkait perekonomian harus menjadi perhatian utama.

Untuk pemenuhan kebutuhan lapangan kerja, diakui Arlan cukup sulit. Semestinya diupayakan bagaimana mendorong masyarakat membuka usaha melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Dengan demikian, tenaga kerja terserap bukan dari lapangan kerja padat karya tapi, menjadi wirausaha," tuturnya.

Dalam membuat kebijakan, Arlan berharap Ajay bisa bekerjasama dengan legislatif dan birokrasi.

"Hari pertama Ajay perlu melakukan terobosan sehingga  punya kepercayaan sebagai walikota dalam memimpin Kota Cimahi Baru," tandasnya. [jar]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00