Bulan Depan, Taksi Berbasis Online Wajib Pakai Stiker Khusus

Hati-hati, Potensi Jadi Korban Sweeping Bakal Tambah Besar

Ekbis  RABU, 25 OKTOBER 2017 , 11:45:00 WIB

Hati-hati, Potensi Jadi Korban Sweeping Bakal Tambah Besar

net

RMOLJabar.  Pemasangan identitas berupa 'stiker' pada angkutan jenis online menimbulkan kekhawatiran. Bila terjadi bentrok dengan angkutan konvensional, taksi online yang sudah berstiker bakal mudah dikenali. Penumpang dan sopir taksi online bakal mudah jadi korban.

Setelah polemik yang cukup panjang antara taksi online dengan angkutan konvensional, akhirnya pemerintah membuat aturan baru. Kementerian Perhubungan telah melakukan revisi aturan baru yang membuat para pengemudi online punya dasar hukum yang mulai berlaku pada 1 November 2017.

Revisi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 tahun 2017 oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Pihaknya mengatakan bahwa dengan adanya aturan baru keselamatan taksi online terjamin.

"Saya sebenarnya sangat ingin semua itu berjalan dengan baik, tapi saya juga ingin menunjukkan bahwasanya pemasangan stiker itu berlangsung di mana-mana, di Manchester, Inggris, itu biasa," kata Budi.

Budi menambahkan bahwa aturan mengenai pemasangan stiker itu merupakah hal yang sudah lazim. Dirinya mecontohkan negara maju seperti Inggris, Singapura, dan Rusia sudah menerapkannya.

Namun warga dunia maya menganggap aturan yang dikeluarkan Menhub Budi Karya belum menjadi solusi penuh. Masalah keamanan bagi penumpang dan driver taksi online menjadi perhatian warganet, bila pemasangan stiker sudah resmi diberlakukan.

"Ada jaminan kalau sudah pasang tanda nggak bakal di sweeping sama kompetitor konvensional yang sumbu pendek?," tanya akun @ p4piKRis.

"Kalau dipasang stiker harus dijamin juga dong keamanannya dari anarkis supir angkot/lainnya," ujar akun @cutmutia01.

"Wajib pasang sticker? Ini jelas nggak ada dasar hukumnya. Yang ada malahan jadi sasaran empuk oknum-oknum driver konvensional. Penumpang udah lebih seneng mobil polos karena berasa diantar jemput mobil sendiri/pribadi," protek akun @urreh.

"Wah, makin mudah ditandain dong pak sama preman. Terus keamanan dijamin gak? Terus kalau lagi nggak narik alias dipake kelu­arga, kalau salah sasaran pas lewat di daerah konflik gimana? Ayo, jangan hanya bikin aturan di atas kertas doang ya pak," sindir akun @menungso_bioso.

"Makin jelas makin jadi sasaran empuk sopir taksi konvensional. Makin banyak yang bakal dirusak di tengah jalan," kicau akun @teddy. eddy.35.

"Mantap nih, bisa jadi penanda untuk digempur kalau lagi beredar di daerah yang rawan atau anti transportasi online," cuit akun @sunjaya.

Akun @mrazhar45 kesal pemerintah tidak melihat situasi di lapan­gan bahwa tidak ada stikerpun mobil taksi online kena pengrusakan.

"Menyedihkan pemerintah tidak tahu situasi dilapangan. Driver online digebukin. Mobil dirusak," katanya.

Ada juga yang mencontohkan bahwa ojek online pun yang mempunyai seragam harus melepaskan atribut agar tidak terkena sasaran pengrusakan.

"Gojek aja kalo mau jemput penumpang buka jaket karena takut. Nah ini taksi online pake stiker habislah kena timpuk tuh mobil," ujar akun @cucakrowoo.

Aturan baru tersebut langsung di gas oleh GrabCar kerja sama dengan Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Inkoppol). Taksi online kini dapat ditemui di kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

Para taksi online tersebut sudah berizin dan mempunyai stiker resmi dari Inkoppol di kaca depan pojok kanan atas. Kuota taksi online yang berada di kawasan Bandara tersebut mencapai 500 mobil.

"Kuota yang diberikan 500 tapi saat ini baru ada 60. Kita punya pen­tahapan saat ini yaitu sosialisasi," ucap Kepala Divisi Transportasi Inkoppol Irjen Purn Mudji Waluyo saat peluncuran taksi online di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang .

Dari banyaknya kekhawatiran tentang pengrusakan terhadap taksi online, ada juga yang mendukung keputusan tersebut. "Ane setuju dengan pake stiker, polisi jadi gampang untuk menindak mobil yang nggak punya izin. Tindakan anarkis juga nggak dibenarkan karena yang punya stiker pasti sudah punya izin dan resmi," tutur akun @ask4more.

"Bagus, akhirnya seperti negara tetangga juga nih. Harus gtu dong, bersaing secara sehat jgn terlalu bangga sama jargon konvensional," kata akun @findraa.

"Taksi online butuh mau hidup, nggak usah terlalu cerewet. Mereka bukan nyolong seperti koruptor," cuit akun @BenBenito3.

"Secara pribadi keberadaan taksi(transportasi) online sangat membantu kami!! saat sakit, saat tidak bisa kemana-mana mereka bisa diandalkan," kotakkhotik.

"Mobilnya dikasih jaket...kalau nggak narik bisa dilepas...hahahaha­haha," canda akun @fredy347.

"Ojek motor aja identitasnya keliatan banget tenang tenang aja. Ini cuma stiker takutnya kayak gitu. Sebenernya gengsi aja mobilnya yang dipakai ketahuan kalau itu buat narik," sindir akun @willychristadi • 5 hari yang lalu

Direktur Angkutan dan Multimoda Kemhub Cucu Mulyana menuturkan, stiker akan berguna sebagai pengawas di lapangan. Pihaknya tidak ingin, saat sudah mulai diterapkan secara permanen ada armada taksi online yang beroperasi tidak sesuai pada wilayahnya.

"Kan dari mulai kuota, wilayah operasi domisili dan TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor) juga. Jangan sampai ada mobil dari Lampung, operasinya di Jakarta atau sebaliknya," kata Cucu. [Harian Rakyat Merdeka]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00