Refly: Klaim Aset Nasionalisasi Berdampak Luar Biasa

Politik  SABTU, 04 NOVEMBER 2017 , 03:28:00 WIB

Refly: Klaim Aset Nasionalisasi Berdampak Luar Biasa

Refly Harun/Net

RMOLJabar. Gugatan yang dilayangkan Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) ke Pengadilan Negeri Bandung atas klaim sebagai ahli waris aset nasionalisasi SMAK Dago, Bandung dikhawatirkan akan menjadi efek domino.

Pakar hukum tata negara Refly Harun mengatakan bahwa jika nantinya PN Bandung memenangkan PLK, maka perkumpulan atau organisasi lain juga akan melakukan gugatan yang sama atas aset nasionalisasi lainnya. Organisasi itu bisa saja mengklaim Monas ataupun Istana Kepresidenan.

"Saya kira luar biasa dampaknya," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/11).

Kata Refly, jika memang nantinya PLK memenangkan gugatannya, maka itu pasti akan merusak tatanan reformasi hukum di negeri ini. Sebab konstitusi kita sudah mengatur bahwa aset yang telah dinasionalisasi tidak dapat di klaim memiliki lagi ahli waris.

"Bahkan misalkan, termasuk misalnya pemilik sahnya aset tersebut juga tak dapat lagi mengakuinya," bebernya.

Karena itu, Refly menilai wajar bila kasus persidangan perkara SMAK Dago dilaporkan ke Komisi Yudisial. Sebab dalam kasus itu banyak keanehan. Apalagi, salah satu alat bukti gugatan klaim ahli waris yang digunakan adalah keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 yang kini sedang berlangsung proses sidang pidananya.

"Saya kira wajar jika KY memperhatikan putusan majelis hakim PN Bandung. Penting meminta perhatian institusi yang ada terhadap kasus SMAK Dago," imbuhnya.

Laporan perkara kejanggalan persidangan SMAK Dago telah diterima KY dan sedang dalam proses pemeriksaan. Begitu juga dengan sidang pidana tiga terdakwa keterangan palsu Akta Notaris 3/18 November 2005 hingga kini masih berlangsung di PN Bandung. Ketiga terdakwa keterangan palsu tersebut adalah Edward Soeryadjaya, Maria Goretti Pattiwael dan Gustav Pattipeilohy.

Namun, terdakwa Edward Soeryadjaya dan Maria Goretti Pattiwael hingga 11 kali persidangan belum pernah hadir dengan dalih sakit. Padahal, pihak RSUD Tarakan Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung dan dokter Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menyatakan dapat saja kedua terdakwa dihadirkan ke persidangan dengan didampingi tim medis. [jar/rmol.co]

Komentar Pembaca
Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 22:28:40

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad