GPPK Jabar Beberkan Bukti KNPI Versi Saca Ogah Rekonsiliasi

Politik  SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:30:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

GPPK Jabar Beberkan Bukti KNPI Versi Saca Ogah Rekonsiliasi

GPPK Jabar

RMOLJabar. Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat versi Saca Suhendi tidak menandatangani nota kesepahaman guna rekonsiliasi dualisme yang selama ini terjadi di tubuh KNPI.

Ketua DPD Generasi Penerus Perintis Kemerdekaan (GPPK) Jabar, R Kurnia menilai ada kebohongan di kepemimpinan Saca. Maksudnya, dengan bukti nota itu ada kebohongan publik yang digembar-gemborkan Saca dan selama ini OKP tidak tidak tahu jika dirinya tidak menandatangani.

Menurutnya, dalam nota kesepahaman jelas Saca tidak menandatangani saat pertemuan antara KNPI Jabar versi Saca Suhendi dan KNPI Jabar versi Siti Aisyah, Kamis (19/10) lalu, yang difasilitisi Pemerintah Provinsi Jabar yang diwakili Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar.

"Selama ini kan OKP (Organisasi Kepemudaan) tidak tahu dan diinformasikan bahwa Bu Siti Aisyah serta Pak Syamsul (Ketua Komisi V DPRD Jabar) ini yang belum tandatangan kesepakatan pemuda untuk bersatu. Ternyata Bung Saca sendiri yang belum tandatangan," kata Kurnia kepada wartawan di Bandung, Senin (13/11).

Kurnia menjelaskan, pertemuan antara kedua belah pihak menghasilkan beberapa poin yang salah satunya akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Rekonsiliasi KNPI Jabar. Dengan Kadispora, Yudha Munajat Saputra dan Ketua Komisi V DPRD Jabar, Syamsul Bachri sebagai mediator aktif untuk terwudunya pemuda Jabar bersatu.

"Isu kesepakatan itu yang dilontarkan oleh Bung Saca, yang tidak bersepakat itu Siti Aisyah dan kelompoknya dengan Pak Syamsul. Ternyata Bung Saca sendiri yang tidak mau bersatu karena belum menandatangani nota kesepahaman ini," jelasnya.

Dia berharap, dengan adanya tim perumus dari masing-masing pihak hasil dari pertemuan itu, bisa segera membahas, merumuskan dan menyusun substansi, aturan main dan teknis penyelenggaraan Musda dalam koridor UU Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemduaan.

"Harus (Musda), artinya Musda bukan satu-satu tapi Musda bersama. Islah. Yang penting Jawa Barat harus bersatu, KNPI tidak ada dualisme," pungkasnya. [jar]

Komentar Pembaca
Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA