Sebanyak 12 Kecamatan di Karawang Darurat Kasus Perdagangan Manusia

Peristiwa  SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 15:14:00 WIB | LAPORAN: EGA NUGRAHA

Sebanyak 12 Kecamatan di Karawang Darurat Kasus Perdagangan Manusia

net

RMOLJabar. Kabupaten Karawang merupakan wilayah tertinggi di Jawa Barat untuk kasus perdagangan manusia, kekerasan dan pelecehan seksual bagi anak.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Yayasan Kusuma Buana Jakarta, ada 12 kecamatan di Karawang yang dianggap menjadi kantong korban perdagangan manusia, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Untuk itu memerlukan perhatian serta penanganan khusus untuk menuntaskan masalah ini," ujar Wisnu Prasadja Pemateri dari Yayasan Kusuma Buana, saat menggelar Pelatihan dan Pembekalan Keterampilan Hidup Untuk Pemuda bersama Forum Komite Pendidikan Masyarakat Desa (FKPMD) Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, belum lama ini.

Menurut Wisnu, ada dua faktor utama tingginya kasus perdagangan manusia, kekerasan terhadap perempuan dan anak. Yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor ekstrenal seperti kebutuhan adanya pekerja sex anak, tempat prostitusi. Faktor internal masih kurangnya pemahaman perempuan dan anak terkait kesehatan produksi kemudian faktor ekonomi, budaya dan pengaruh teman sebaya.

Selain itu kasus perdagangan manusia (trafficking) disebabkan juga oleh faktor kemiskinan dan keterbatasan lapangan pekerjaan. Sehingga di Indonesia menjadi faktor penting bagaimana trafficiking bisa terus terjadi di Indonesia.

"Pencegahan yang kami lihat dari Pemerintah Daerah Karawang sudah banyak dengan adanya perda perlindugan anak dan perempuan. Kemudian perda under trafficking tapi mungkin belum sampai ke masyarakat bawah," ujarnya.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Karawang sudah berupaya menurunkan angka kasus perdagangan manusia, diantaranya dengan mengeluarkan Perda No.7/2012 tentang Pencegahan dan Penanganan Perdagangan Manusia.  

Namun kasus ini terus terjadi untuk itu perlu adanya sinergi pemerintah dengan komponen masyarakat (LSM) sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pemuda agar lebih berdaya dan produktif. [nif]

Komentar Pembaca
Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB