Kang Dedi
Kang Emil

Urbanisasi Jawasentris Dorong Percepatan Masalah Demografi

Kesehatan  SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 15:47:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Urbanisasi Jawasentris Dorong Percepatan Masalah Demografi
RMOLJabar. Urbanisasi terfokus di pulau jawa berpotensi menuai masalah demografi pada 20 tahun mendatang, Ini dikarenakan penyebaran penduduk yang hanya tersentralistik di pulau Jawa dan sekitar ibu kota provinsi, kota, atau kabupaten.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Adang Sudrajat mengatakan, persoalan demografi ini harus diantisipasi sejak sekarang. Sebab diprediksi 20 tahun yang akan datang  generasi produktif di Indonesia akan meningkat 60% dari sekarang.

"Bonus demografi ini bukan tanpa masalah. Jika tidak menghasilkan generasi yang berkualitas maka berbagai persoalan sosial akan muncul," terangnya disela-sela reses dan kegiatan sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat, di Kantor Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (14/11).

Guna menekan terjadinya urbanisasi akibat peningkatan demografi, saat ini pemerintah terus menggenjot pembangunan di desa. Anggaran bantuan ke desa dari tahun ke tahun terus meningkat, diharapkan tercipta lapangan kerja dan pembangunan di desa terus tumbuh.

Selain itu melalui program transmigrasi, lanjutnya, juga bisa membuat penduduk lebih menyebar  khususnya ke daerah-daerah di Indonesia timur. Hingga kini pemerintah masih memfasilitasi bagi warga yang ingin bertransmigrasi.

"Saat ini Indonesia adalah negara ke-16 di dunia dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tinggi. Saya yakin dengan program KB dan peningkatan kualitas manusianya maka Indonesia bisa bersaing di tingkat global,"  ungkapnya.

Sementara itu Kabid Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Jawa Barat Pintauli R Siregar mengatakan, angka melahirkan ibu usia 15-19 di Jawa Barat masih sangat tinggi dan di atas nasional. Yakni sebanyak 33 balita dari 1.000 wanita subur padahal secara nasional hanya 31 balita dari 1.000 wanita subur.

"Itu menjadi persoalan yang sampai kini kami terus upayakan agar persoalan demografi di Jabar segera teratasi," terangnya.

Dia menjelaskan, usia menikah ideal bagi perempuan adalah di usia 21 tahun sementara laki laki usia 25 tahun. Banyaknya kasus perceraian dan menikah lagi dikarenakan mereka menikah terlalu muda sehingga itu berdampak kepada anak-anak mereka. Sebab asupan gizi mereka jadi tidak terperhatikan karena munculnya konflik di rumah tangga.

"Padahal di BKKBN kami telah mengeluarkan program 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai dari anak dalam kandungan sampai 2 tahun yang tujuannya agar asupan dan gizi anak terperhatikan," tandasnya. [nif]






Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00