Kenaikan Harga Elpiji Non Subsidi Picu Kelangkaan Gas Melon

Ekbis  SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 16:16:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Kenaikan Harga Elpiji Non Subsidi Picu Kelangkaan Gas Melon
RMOLJabar. Kenaikan harga elpiji non subsidi diprediksi bakal berimbas pada kelangkaan gas melon di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Purwakarta.

Pasalnya, kenaikan tersebut akan memicu pengguna gas non subsidi kembali beralih ke gas non subsidi.

"Ya, bisa jadi gas melon kembali langka karena elpijibyang 5,5 kg dan 12 kg naik minggu lalu," kata Jalaludin ,29, salah seorang pemilik pangkalan Elpiji 3 Kg di Kabupten Purwakarta, Selasa (14/11).

Ia berharap pemerintah cepat membrikan solusi agar tidak menjadi polemik yang kembali menyalahkan pihak distributor gas subsidi di daerah.

"Solusinya bagai mana itu pemerintah yang lebih tahu. Yang jelas persoalan kelangkaan bisa ditengahi. Kalau mau ada penambahan gas subsidi juga lebih baik," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, sejak 8 November 2017 lalu, Pertamina melakukam penyesuaian harga terhadap sejumlah gas elpiji non subsidi, diantaranya; elpiji 12 kg, bright gas 12 kg, bright gas 5,5 kg dan ease gas.

Penyesuaian harga tersebut menyebabkan kenaikan harga gas non subsidi dikisaran Rp5 ribu sampai Rp10 ribu pertabung. [nif]




Komentar Pembaca
Bahas Penantang Terkuat Jokowi

Bahas Penantang Terkuat Jokowi

JUM'AT, 27 APRIL 2018 , 05:47:00

Resmikan Sekber Pilpres

Resmikan Sekber Pilpres

SABTU, 28 APRIL 2018 , 03:29:00

Satgas XXXV-D Resmi Diberangkatkan Ke Sudan

Satgas XXXV-D Resmi Diberangkatkan Ke Sudan

SELASA, 24 APRIL 2018 , 11:49:00