Kang Dedi
Kang Emil

Wakil Ketua DPRD Ini Benar-benar Memalukan

Ditangkap Di Kandang Sapi

Hukum  RABU, 15 NOVEMBER 2017 , 12:00:00 WIB

Wakil Ketua DPRD Ini Benar-benar Memalukan

ilustrasi/net

RMOLJabar.  Masih ingat Wakil Ketua DPRD Bali yang kabur saat penggerebekan narkoba di rumahnya? Setelah hampir dua pekan buron, akhirnya Jero Komang Gede Swastika tertangkap juga. Yang memalukan, wakil rakyat itu tertangkap di kandang sapi.

Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose menyebut, saat ditangkap tim gabungan yang terdiri dari Satuan Tugas Counter Terrorism and Organize Crime (CTOC) Polda Bali, Swastika yang akrab disapa Mang Jangol, tengah tertidur lelap di kandang sapi di sekitar Payangan, Kabupaten Gianyar, Senin (13/11) malam, sekitar pukul 21.30 WITA.

Sayang, Petrus enggan membeberkan kronologi penangkapan. "Yang jelas dia ditangkap di kandang sapi, tidur di kandang sapi," ujarnya, kemarin. Saat ditangkap, Jangol tak melawan. Dia ketakutan. "Dia paranoid saat ditangkap," imbuh Petrus. Informasi yang beredar, dengan wajah ketakutan Jangol berteriak minta ampun sambil mengangkat kedua tangannya saat hendak dibekuk.

Tanpa alas kaki, Jangol keluar dari kandang sapi. Celana training yang malam itu dikenakannya, penuh kotoran sapi. Kondisi Jangol sendiri saat ditangkap, baik-baik saja. Jangol baru sehari berada di Payangan.

Sebelumnya, dia nomaden alias berpindah-pindah tempat persembunyian. Sebelum ditangkap, Senin malam, Jangol sempat berkunjung ke rumah ibunya di Banjar Melinggih, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan bertepatan saat perayaan Kuningan, Sabtu (11/11), 2 kilometer dari kandang sapi. Kandang sapi itu diketahui milik paman Jangol yakni I Nyoman Pegil.

Menurut Petrus, banyak pihak yang diduga membantu pelarian Jangol. "Ada orang yang membantu dalam pelariannya dan sekarang dalam pemeriksaan. Yang pasti ada banyak yang bantu," ungkapnya.

Korps baju coklat kini masih memburu kakak Jangol, Wayan Suandana alias Wayan Kembar, yang hingga kini masih buron. Kepolisian juga akan mengembangkan penyidikan untuk mengetahui jaringan narkoba yang melibatkan Jangol. Penyidik melakukan interogasi intensif terhadal Jangol yang ditahan di Rutan Mako Brimobda Bali.

Kemarin, polisi juga memeriksa kedua orang tua Jangol, I Made Suda dan Ni Made Nasih di Polresta Denpasar. Keduanya rupanya mengetahuinya ada transaksi narkoba di kediaman sang anak, kawasan Jalan Pulau Batanta, Denpasar, Bali. "Mereka mengetahui ada transaksi narkoba tetapi tidak melaporkannya kepada polisi," ucap Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo. Karena itu tak tertutup kemungkinan, keduanya bisa jadi tersangka dalam kasus ini.

Selain kedua orang tua Jangol, penyidik juga memeriksa pacar Jangol, berinisial A. Jangol yang memiliki tiga istri mengenal A saat dalam masa pelarian. Namun, A langsung lengket dengan Jangol. "Pasangan kekasih ini bertemu di kawasan Denpasar 7 November lalu. Hahaha, ya tahu sendiri namanya cinta," seloroh Hadi. "Dia kami periksa karena terakhir ketemu dengan yang bersangkutan," imbuh Petrus.

Sekadar latar, Jangol kabur ketika polisi menggerebek kediamannya di Jalan Batanta Nomor 70 Denpasar, Jumat (3/11) pukul 23.00 WITA. Pengungkapan kasus narkotika yang melibatkan wakil rakyat di DPRD Bali itu terungkap berkat laporan warga yang langsung ditindaklanjuti polisi.

Dari penyelidikan itu, polisi menangkap enam orang di kediamannya dan mengamankan barang bukti berupa 22,52 gram sabu-sabu, Jumat (3/11) hingga Sabtu (4/11). Keenamnya ditetapkan tersangka. Di Lokasi ini polisi juga mengamankan senjata api, senjata jenis airsoft gun dan senjata tajam, peluru, kamera pengawas, buku tabungan dan buku catatan transaksi.

Istri pertama tersangka Ni Luh Ratna Dewi juga telah ditangkap, Senin (6/11) di Jembrana setelah sempat kabur dengan mobil dinas DPRD.

Dari hasil penyelidikan sementara, Jangol diketahui sering memakai sabu bersama istrinya di kamar rumahnya. Tidak hanya dengan istri pertama, tapi juga istri kedua Ni Putu Ariestarini dan istri ketiganya. Namun Ariestarini dan istri ketiga Jangol masih berstatus saksi. Total, sudah ada 9 tersangka dalam kasus ini.

Jangol pun ditendang dari kursi Wakil Ketua DPRD Bali. Kemarin, Partai Gerindra Provinsi Bali mengajukan proses pencopotan atau pergantian antarwaktu untuk Jangol. Permohonan pemecatan sebagai anggota sekaligus pimpinan DPRD Bali sudah diajukan kepada pimpinan Dewan. Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama telah menerima surat pengajuan PAW dari Partai Gerindra. "Tetapi belum kami proses karena ada rapat paripurna. Besok akan kami proses," ujarnya di Denpasar, kemarin. [harian rakyat merdeka]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00