Kang Dedi
Kang Emil

Lezatnya Cireng Galing Citarasa Asli Bandung

Ragam  RABU, 22 NOVEMBER 2017 , 07:59:00 WIB | LAPORAN: DINI YUSTIANI

Lezatnya Cireng Galing Citarasa Asli Bandung
RMOLJabar.  Selain kudapan cilok, Bandung juga tersohor dengan adanya cireng alias aci digoreng. Penganan yang terbuat dari aci atau tepung tapioka ini disukai semua lapisan masyarakat. Cireng, kini tak hanya dikenal sebagai makanan anak-anak atau dijajakan di atas gerobak. Cireng pun semakin meluas popularitasnya berkat sosial media.

Salahsatu UKM yang sukses memasarkan cireng, yakni Cireng Galing Nyinden milik Swenny Fridahti Lestari. Bermula dari keisengan menjual secara online di tahun 2011, akhirnya cireng racikannya dikenal di seluruh Indonesia hingga ke mancanegara. Alhasil, usaha yang dirintis bersama sang kakak pun digeluti secara serius.

Seperti layaknya cireng orisinal asli Bandung, Cireng Galing Nyinden juga dibuat dari bahan baku tepung tapioka yang dibumbui lalu digoreng. Mengapa  bertitel cireng galing? Wenny sedikit berkisah bahwa nama itu disepakati karena cireng buatannya memang sengaja tak dicetak presisi. Saat digoreng bentuknya keriting dan lain dari biasanya.

Terlebih cireng juga diberi rasa bumbu terasi udang yang dimasukan ke dalam adonan. Tak ayal warna cireng menjadi merah menggoda selera. Tak hanya itu saja, ia juga menambahkan sambal asli rumahan yang pedasnya nendang di lidah. Sambal cireng tersebut bercitarasa asam, manis dan pedasnya sensasional.

Awalnya memang berbentuk galing atau keriting karena tidak dicetak, makanya dikenal sebagai cireng galing. Namun setelah animo meningkat, kami sepakat untuk menjualnya dalam kondisi kemasan kedap udara, memiliki izin resmi dan bentuknya rapi sesuai cetakan. Sejak saat itu cireng galing mulai dijual di luar Bandung,” ujar Wenny.

Ia bercerita, awalnya ia hanya menjual cireng rasa terasi saja. Namun seiring banyaknya permintaan pasar ia mulai mengeluarkan varian lain seperti rasa orisinal dan rasa cengek. Cita rasa ini mengikuti selera orang Bandung yang sebagian besar menggemari olahan serba pedas. Rasa orisinal akhirnya dikeluarkan karena banyak juga yang tidak suka terasi. Akhirnya kami keluarkan yang pedas dan orisinal,” bebernya.

Setelah pengembangan 3 rasa tersebut, Wenny juga mulai menjualnya di outlet. Tepatnya di 2013 Cireng Galing Nyinden memiliki outlet di kawasan Trunojoyo lalu pindah ke Talagabodas, Bandung. Saat ini, cireng buatan vokalis Lafrosia Band ini menambah 6 varian, yakni rasa kornet, keju, oncom, cikur, rendang serta kari.

Meski sudah memiliki banyak varian rasa, menurut Wenny pelanggannya tetap memfavoritkan rasa terasi. Cita rasa ini lebih disukai karena aromanya yang harum udang asli serta lebih gurih di lidah. Sementara rasa keju dan kornet, akunya banyak digemari oleh anak-anak.  

Wenny juga bercerita, sebagai kudapan rakyat khas Bandung cireng juga banyak dirindukan mereka yang bermukim di luar negeri. Selain laris manis di Bandung, cireng ini pun sudah sampai di Timur Tengah hingga Eropa. Biasanya, mereka membawanya sebagai oleh-oleh saat kembali ke mancanegara.

Cireng galing sudah melanglang mulai dari Jeddah hingga Perancis. Sebagai jajanan yang sangat merakyat, cireng memang diburu orang Bandung yang sedang merantau di luar negeri. Ada yang lagi sekolah, kerja, kuliah dan masih banyak lagi,” cerita Wenny.

Cireng galing buatan Wenny, dikemas aman menggunakan mesin vacum, dengan demikian, kekuatannya di suhu ruangan bisa sampai 2 minggu. Sementara di lemari es maksimal 1 bulan dengan syarat kemasan tidak dibuka. Satu kemasan cireng galing mentah dibanderol Rp28.000 sementara untuk rasa cengek dan campur Rp32.500.
 
Selain menjual cireng galing, Wenny juga mengembangkan kudapan lain yang tak kalah lezat, yakni cilok jando. Sama seperti cireng, cilok atau aci dicolok juga dibuat dalam kemasan vacum. Satu kemasannya berisi 20 buah lengkap dengan sambal kacangnya berbanderol Rp25.000.
 
Penikmat cireng galing, dapat memesan kudapan tersebut melalui sosial media instagram, @cireng_gnyinden atau menyambangi outletnya langsung di kawasan Talagabodas, Bandung.  [gus]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00